Tandingi Sekutu AS, Kapal Induk China Unjuk Kekuatan di Selat Taiwan

Selasa, 21 April 2026 - 08:16 WIB
loading...
Tandingi Sekutu AS,...
Kapal induk Liaoning China memasuki Selat Taiwan, beberapa hari setelah kapal perang sekutu AS melintasi selat tersebut. Foto/Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan
A A A
TAIPEI - Militer China telah unjuk kekuatan dengan mengirim kapal induk Liaoning berlayar melewati Selat Taiwan pada hari Senin. Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan ini merupakan transit pertama kapal semacam itu jalur air sensitif tersebut sejak akhir tahun lalu.

Manuver kapal induk China ini sebagai tandingan atas manuver serupa kapal perang Jepang—sekutu Amerika Serikat (AS)—di selat tersebut beberapa hari lalu.

Baca Juga: Kapal Perang Sekutu AS Masuk Selat Taiwan, China Marah

Taiwan, yang oleh Beijing dianggap sebagai wilayah China, hampir setiap hari melaporkan aktivitas militer China di sekitar pulau tersebut. Taipei memandangnya sebagai kampanye tekanan berkelanjutan terhadap pemerintahnya yang terpilih secara demokratis.

Dalam pernyataan singkat, yang dikutip Reuters, Selasa (21/4/2026), Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa kapal induk Liaoning telah melewati Selat Taiwan dan angkatan bersenjata Taiwan mempertahankan pengawasan ketat dan berkelanjutan di seluruh wilayah.

Kementerian itu menunjukkan gambar hitam-putih kapal tersebut dengan beberapa jet tempur dan helikopter terlihat di deknya.

Kementerian tersebut tidak memberikan detail lainnya. Sedangkan Kementerian Pertahanan China tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Terakhir kali Taiwan melaporkan manuver kapal induk China di selat tersebut adalah pertengahan Desember, ketika Fujian—kapal induk terbaru dan tercanggih China—melewati jalur air tersebut.

Liaoning adalah kapal induk tertua dari tiga kapal induk yang beroperasi milik China.

Pada awal Desember, kapal yang sama mengadakan latihan di perairan dekat rantai pulau barat daya Jepang.
China mengatakan bahwa hanya mereka yang memiliki kedaulatan atas Selat Taiwan, sebuah posisi yang ditolak oleh Taipei dan Washington yang mengatakan bahwa itu adalah perairan internasional.

Angkatan Laut AS mengirimkan kapal perang melalui selat tersebut setiap beberapa bulan, seperti halnya beberapa sekutu AS sesekali.

Pada hari Jumat, China mengatakan telah memantau transit kapal perang Jepang di selat tersebut, menyebut tindakan itu sebagai "provokasi yang disengaja".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Pengadilan Kriminal...
Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte
Rekomendasi
Jerman Ditahan Paraguay...
Jerman Ditahan Paraguay hingga Extra Time, Laga Berlanjut ke Adu Penalti
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved