17.000 Prajurit AS dan Filipina Gelar Latihan Perang Terbesar, China Marah Besar!

Senin, 20 April 2026 - 19:02 WIB
loading...
17.000 Prajurit AS dan...
Sebanyak 17.000 tentara AS dan Filipina gelar latihan perang terbesar. Foto/X/USMC
A A A
MANILA - Ribuan pasukan Amerika dan Filipina , yang untuk pertama kalinya bergabung dengan kontingen pasukan Jepang yang signifikan, memulai latihan militer tahunan pada hari Senin dengan latar belakang perang Timur Tengah.

Latihan perang ini akan menampilkan latihan tembak langsung di utara negara itu yang menghadap Selat Taiwan, serta sebuah provinsi di lepas pantai Laut Cina Selatan yang dipersengketakan, tempat Filipina dan Cina telah terlibat dalam konfrontasi berulang kali.

Dalam satu latihan, militer Jepang, yang menyumbangkan sekitar 1.400 personel, akan menggunakan rudal jelajah Tipe 88 untuk menenggelamkan kapal penyapu ranjau era Perang Dunia II di lepas pantai utara pulau Luzon.

Lebih dari 17.000 tentara, penerbang, dan pelaut ikut serta dalam latihan Balikatan, atau "Bahu-ke-Bahu", selama 19 hari - jumlah yang hampir sama dengan edisi tahun lalu - termasuk kontingen dari Australia, Selandia Baru, Prancis, dan Kanada.



Latihan Balikatan berlangsung ketika Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan Israel, mendekati akhir gencatan senjata dua minggu yang menghentikan perang Timur Tengah, yang dipicu oleh serangan mendadak AS-Israel terhadap Iran.

"Terlepas dari tantangan di tempat lain di dunia, fokus Amerika Serikat pada Indo-Pasifik dan komitmen teguh kami kepada Filipina tetap tak tergoyahkan," kata Letnan Jenderal AS Christian Wortman pada upacara pembukaan hari Senin, dilansir CNA.

Tanpa memberikan angka pasti, Wortman, komandan Pasukan Ekspedisi Marinir, kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa sekitar 10.000 personel AS akan berpartisipasi dalam latihan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Terus Perkuat...
China Terus Perkuat Militer, AS Ajak Sekutu Melawan Beijing
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Rusia dan Sekutunya...
Rusia dan Sekutunya Latihan Nuklir Gabungan, Klaim Tak Ditujukan terhadap Negara Lain
Diancam Trump, Taiwan:...
Diancam Trump, Taiwan: Kita Adalah Negara Merdeka
Pertemuan Xi Jinping...
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Gagal Buat Terobosan Perang Iran, Ini 3 Faktanya
Bukan Pertama Kali,...
Bukan Pertama Kali, Delegasi Trump Buang Semua Hadiah dari China
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Bertemu Dubes dan Diaspora...
Bertemu Dubes dan Diaspora Indonesia di Rusia, Menko AHY Ajak Kolaborasi untuk Pembangunan Nasional
Trump: Saya Terganggu...
Trump: Saya Terganggu dengan Netanyahu!
Rekomendasi
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Berita Terkini
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved