Iran Isi Ulang Peluncur Rudal Lebih Cepat, Siaga Perang Lagi Melawan AS-Israel

Senin, 20 April 2026 - 11:55 WIB
loading...
Iran Isi Ulang Peluncur...
Iran klaim telah mengisi ulang peluncur rudal lebih cepat daripada sebelum perang melawan AS dan Israel sebelumnya. Foto/Telegram/ISNA
A A A
TEHERAN - Iran telah memperbarui dan mengisi ulang peluncur rudal dan drone-nya dengan kecepatan lebih tinggi daripada sebelum perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Demikian diungkap komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayor Jenderal Majid Mousavi.

Berbicara kepada Nournews Iran pada hari Minggu, Mousavi membagikan pernyataan dan video yang diedit tentang dirinya yang memeriksa fasilitas rudal bawah tanah yang tidak disebutkan namanya.

Baca Juga: Militer Iran Janji Balas Dendam usai Kapalnya Ditembaki dan Dirampas AS

“Tidak seperti Iran, musuh belum mampu membangun kembali amunisinya selama gencatan senjata,” kata Mousavi dalam wawancaranya, sebagaimana dikutip dari Middle East Eye, Senin (20/4/2026).

“Selama gencatan senjata, kecepatan kami dalam memperbarui dan mengisi ulang landasan peluncuran rudal dan drone bahkan lebih cepat daripada sebelum perang," ujarnya.

“Kami tahu bahwa musuh tidak mampu menciptakan kondisi ini untuk diri mereka sendiri, dan mereka terpaksa membawa amunisi dari sisi lain dunia secara bertahap," paparnya.

“Mereka kalah dalam tahap perang ini. Mereka kehilangan Selat [Hormuz], Lebanon, dan wilayah tersebut," imbuh dia.

Video yang dibagikan Mousavi juga menyertakan rekaman drone, rudal, dan peluncur di dalam fasilitas bawah tanah serta peluncuran rudal dari darat.

Komentar komandan IRGC ini muncul ketika Iran siaga untuk berperang lagi melawan AS dan Israel. Perang berpotensi pecah lagi jika gencatan senjata yang akan berakhir Rabu nanti tidak diperpanjang.

Pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman terhadap Iran agar menerima kesepakatan dalam perundingan yang akan berlangsung di Islamabad, Pakistan. Menurutnya, republik Islam itu akan dihancurkan jika tidak menerima kesepakatan.

Trump mengatakan tidak akan ada lagi "tuan baik hati" jika Iran menolak kesepakatan, yang menurutnya, sangat adil dan masuk akal.

Para pejabat AS dan Iran dijadwalkan bertemu lagi di Pakistan, Senin (20/4/2026). Namun, Teheran sebelumnya menyatakan tidak akan terlibat perundingan tersebut.

"Iran memutuskan untuk menembakkan peluru kemarin di Selat Hormuz—Pelanggaran Total terhadap Perjanjian Gencatan Senjata kita! Banyak di antaranya ditujukan ke kapal Prancis, dan kapal kargo dari Inggris. Itu tidak baik, bukan? Perwakilan saya akan pergi ke Islamabad, Pakistan—Mereka akan berada di sana besok malam, untuk Negosiasi," tulis Trump di Truth Social pada hari Minggu.

"Iran baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan menutup Selat, yang aneh, karena BLOKADE kita telah menutupnya. Mereka membantu kita tanpa menyadarinya, dan merekalah yang dirugikan dengan penutupan jalur tersebut, 500 Juta Dolar per hari! Amerika Serikat tidak kehilangan apa pun. Bahkan, banyak kapal sedang menuju ke AS, Texas, Louisiana, dan Alaska, untuk memuat barang, atas bantuan IRGC, yang selalu ingin menjadi 'si jagoan!'" lanjut Trump.

"Kami menawarkan KESEPAKATAN yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya karena, jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap Pembangkit Listrik, dan setiap Jembatan, di Iran. TIDAK ADA LAGI TUAN BAIK HATI! Mereka akan bertindak cepat, mereka akan bertindak mudah dan, jika mereka tidak menerima KESEPAKATAN tersebut, akan menjadi kehormatan bagi saya untuk melakukan apa yang harus dilakukan, yang seharusnya telah dilakukan terhadap Iran, oleh Presiden-Presiden lain, selama 47 tahun terakhir," imbuh Trump.

"SAATNYA MESIN PEMBUNUH IRAN BERAKHIR!" sambung unggahan Trump.

Selat Hormuz yang strategis tetap ditutup Iran, di mana Ketua Parlemen yang juga kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memberi sinyal bahwa kesepakatan perdamaian akhir masih jauh meskipun ada beberapa kemajuan dalam negosiasi.

Karena upaya mediasi terus berlanjut setelah perundingan pertama di Pakistan gagal mencapai kesepakatan, Iran mengatakan tidak akan mengizinkan jalur perdagangan maritim penting itu dibuka kembali sampai AS mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Ghalibaf mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu malam bahwa telah ada "kemajuan" dengan Washington. "Tetapi ada banyak kesenjangan dan beberapa poin mendasar masih tersisa," katanya. "Kita masih jauh dari diskusi akhir," katanya lagi.

Pada hari Jumat, Teheran telah mendeklarasikan Selat Hormuz, yang dilalui seperlima minyak dan gas alam cair dunia dibuka setelah gencatan senjata sementara disepakati untuk menghentikan perang Israel dengan sekutu Iran, Hizbullah, di Lebanon.

Hal itu memicu kegembiraan di pasar global dan menyebabkan harga minyak anjlok, tetapi Teheran membalikkan keadaan setelah Trump bersikeras bahwa blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan berlanjut hingga kesepakatan akhir tercapai.

"Jika Amerika tidak mencabut blokade, lalu lintas di Selat Hormuz pasti akan terbatas," kata Ghalibaf.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved