Iran Isi Ulang Peluncur Rudal Lebih Cepat, Siaga Perang Lagi Melawan AS-Israel
Senin, 20 April 2026 - 11:55 WIB
loading...
A
A
A
"SAATNYA MESIN PEMBUNUH IRAN BERAKHIR!" sambung unggahan Trump.
Selat Hormuz yang strategis tetap ditutup Iran, di mana Ketua Parlemen yang juga kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memberi sinyal bahwa kesepakatan perdamaian akhir masih jauh meskipun ada beberapa kemajuan dalam negosiasi.
Karena upaya mediasi terus berlanjut setelah perundingan pertama di Pakistan gagal mencapai kesepakatan, Iran mengatakan tidak akan mengizinkan jalur perdagangan maritim penting itu dibuka kembali sampai AS mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Ghalibaf mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu malam bahwa telah ada "kemajuan" dengan Washington. "Tetapi ada banyak kesenjangan dan beberapa poin mendasar masih tersisa," katanya. "Kita masih jauh dari diskusi akhir," katanya lagi.
Pada hari Jumat, Teheran telah mendeklarasikan Selat Hormuz, yang dilalui seperlima minyak dan gas alam cair dunia dibuka setelah gencatan senjata sementara disepakati untuk menghentikan perang Israel dengan sekutu Iran, Hizbullah, di Lebanon.
Hal itu memicu kegembiraan di pasar global dan menyebabkan harga minyak anjlok, tetapi Teheran membalikkan keadaan setelah Trump bersikeras bahwa blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan berlanjut hingga kesepakatan akhir tercapai.
"Jika Amerika tidak mencabut blokade, lalu lintas di Selat Hormuz pasti akan terbatas," kata Ghalibaf.
Selat Hormuz yang strategis tetap ditutup Iran, di mana Ketua Parlemen yang juga kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memberi sinyal bahwa kesepakatan perdamaian akhir masih jauh meskipun ada beberapa kemajuan dalam negosiasi.
Karena upaya mediasi terus berlanjut setelah perundingan pertama di Pakistan gagal mencapai kesepakatan, Iran mengatakan tidak akan mengizinkan jalur perdagangan maritim penting itu dibuka kembali sampai AS mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Ghalibaf mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu malam bahwa telah ada "kemajuan" dengan Washington. "Tetapi ada banyak kesenjangan dan beberapa poin mendasar masih tersisa," katanya. "Kita masih jauh dari diskusi akhir," katanya lagi.
Pada hari Jumat, Teheran telah mendeklarasikan Selat Hormuz, yang dilalui seperlima minyak dan gas alam cair dunia dibuka setelah gencatan senjata sementara disepakati untuk menghentikan perang Israel dengan sekutu Iran, Hizbullah, di Lebanon.
Hal itu memicu kegembiraan di pasar global dan menyebabkan harga minyak anjlok, tetapi Teheran membalikkan keadaan setelah Trump bersikeras bahwa blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan berlanjut hingga kesepakatan akhir tercapai.
"Jika Amerika tidak mencabut blokade, lalu lintas di Selat Hormuz pasti akan terbatas," kata Ghalibaf.
(mas)
Lihat Juga :