Pria Bersenjata Tembak Mati 6 Orang di Supermarket Kyiv, Pelaku Dikenal sebagai Pembenci Yahudi

Minggu, 19 April 2026 - 14:01 WIB
loading...
Pria Bersenjata Tembak...
Pasukan polisi Ukraina bunuh pria bersenjata yang telah menembak mati 6 orang dan melukai 14 lainnya di supermarket Kyiv. Foto/X @InfoR00M
A A A
KYIV - Seorang pria bersenjata mengumbar tembakan di kawasan supermarket di Holosiivskyi, Kyiv, Ukraina, pada hari Sabtu. Sebanyak enam orang tewas dan 14 lainnya terluka sebelum akhirnya pelaku ditemukan tewas.

Jaksa Agung Ruslan Kravchenko mengatakan penyerang adalah seorang pria berusia 58 tahun kelahiran Moskow, Rusia. Media lokal mengidentifikasi pelaku sebagai Dmitry Vasilchenkov.

Baca Juga: Rusia Marah dan Warning Keras 4 Negara NATO karena Bantu Serangan Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pelaku telah lama tinggal di Oblast Donetsk dan sebelumnya pernah menghadapi tuntutan pidana. "Saat ini sedang ditentukan apa yang dapat diketahui tentang dirinya dan motifnya," kata Zelensky, seperti dikutip dari Kyiv Independent, Minggu (19/4/2026).

Menteri Dalam Negeri Ihor Klymenko melaporkan bahwa tersangka telah dilumpuhkan saat pasukan khusus bergerak untuk menahannya. Unit Respons Operasional Cepat (KORD) Kepolisian Nasional menyerbu supermarket tempat penyerang membentengi diri dengan senapan otomatis.

Para pejabat mengatakan pelaku telah menyandera dan melepaskan tembakan ke arah seorang petugas polisi selama operasi tersebut. Sebelum operasi terhadap pelaku diluncurkan, para negosiator berusaha mencapai penyelesaian damai.

"Operasi itu sangat kompleks. Waktunya sangat terbatas. (Pelaku) menolak untuk berkomunikasi dan tidak mau berkompromi. Ada banyak warga sipil (di dalam supermarket)," kata seorang petugas KORD yang berbicara secara anonim kepada wartawan.

Berbicara kepada pers, Klymenko mencatat bahwa pelaku memiliki karabin berburu terdaftar dan sertifikat medis yang diperlukan untuk mengizinkan penggunaannya. Dia menambahkan bahwa kantor kejaksaan sedang menyelidiki lembaga medis mana yang mengeluarkan sertifikat tersebut.

Insiden ini sekali lagi memicu perdebatan tentang kepemilikan senjata api oleh warga sipil di Ukraina, sebuah isu yang memecah belah opini publik. Pengendalian senjata di Ukraina diatur oleh resolusi parlemen, arahan Kementerian Dalam Negeri, dan pasal pidana, tetapi legislasi telah terhenti di parlemen selama bertahun-tahun.

Benci Yahudi, Pelaku Singgung Hitler


Menurut laporan media Ukraina, Vasilchenkov lahir di Moskow pada tahun 1968, tetapi merupakan warga negara Ukraina dan pernah bertugas di Angkatan Darat Ukraina hingga awal tahun 2000-an. Dia dilaporkan tinggal di Rusia dari tahun 2015 hingga 2017 sebelum kembali ke Kyiv.

Toronto Television melaporkan bahwa pelaku pernah membuat unggahan yang tidak menentu dan penuh dengan hinaan anti-Semit di halaman Facebook lama yang aktif dari tahun 2016 hingga 2019. Dalam unggahan tersebut, dia menyerukan agar orang Yahudi "dimusnahkan," merujuk pada pogrom dan Holocaust.

Dalam sebuah unggahan dari Oktober 2017 berjudul "On Jews and Jewry", Vasilchenkov menulis bahwa Inkuisisi, Benito Mussolini, Adolf Hitler, dan Joseph Stalin "membunuh dan membunuh, tetapi belum cukup membunuh."

Dalam unggahan lain dari Februari 2019, dia menulis bahwa pemberontak pro-Rusia di Donbass "menghancurkan orang yang salah" dan seharusnya menargetkan "penjahat Yahudi dan pengikut aliran sesat Yahudi", dia menambahkan bahwa "orang Yahudi perlu digantung".

"Tentang apa yang harus dilakukan—pelajari Paus Borgia (abad ke-15), Kotovsky, Petlyura, Hitler, Bandera, Brezhnev," tulisnya.

Stepan Bandera adalah salah satu pemimpin nasionalis Ukraina yang berkolaborasi dengan Nazi Jerman selama Perang Dunia II, dan pengikutnya terlibat dalam pembantaian orang Yahudi dan warga Polandia. Bandera dan tokoh-tokoh nasionalis era Perang Dunia II lainnya dirayakan di Ukraina modern sebagai pahlawan dan pejuang kemerdekaan.

Media Ukraina juga melaporkan bahwa Vasilchenkov menggugat pemerintah pada tahun 2023 dan 2024, menuntut kenaikan pensiun militernya, dan sebelumnya pernah berurusan dengan hukum. TSN merilis sebuah video yang diduga menunjukkan dia menyerang seorang pembeli di dalam toko kelontong pada tahun 2023.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Daftar Poin Perjanjian...
Daftar Poin Perjanjian yang Dituntut Iran ke AS, Penarikan Pasukan Israel hingga Selat Hormuz
Rekomendasi
KPK Tahan Bupati Kuansing...
KPK Tahan Bupati Kuansing dan Dua Orang Lainnya terkait Suap Pengisian Jabatan
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Dari Rasa Penasaran...
Dari Rasa Penasaran Menjadi Inspirasi, Inilah Kisah Hery Lain Sisi
Berita Terkini
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Infografis
6 Harimau Malaya Mati...
6 Harimau Malaya Mati dalam Kecelakaan di Jalan Raya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved