Kapal Perang Sekutu AS Masuk Selat Taiwan, China Marah

Minggu, 19 April 2026 - 08:52 WIB
loading...
A A A
Pada bulan tersebut Takaichi mengatakan Tokyo dapat mengerahkan militernya jika China menggunakan kekuatan untuk mencoba merebut Taiwan. Takaichi menolak untuk menarik kembali komentarnya tentang pulau demokrasi tersebut, yang diklaim China sebagai wilayahnya.

Pada akhir Maret, seorang perwira Pasukan Bela Diri Jepang menerobos masuk ke Kedutaan Besar China dengan membawa pisau, dan pada minggu berikutnya, seorang individu yang mengaku sebagai anggota cadangan Pasukan Bela Diri mengeluarkan ancaman daring kepada kedutaan besar tersebut dengan mengeklaim bahwa bom yang dikendalikan dari jarak jauh telah ditanam di dalam gedung.

Saat mengomentari penindasan dan provokasi tersebut, Guo mencatat bahwa insiden-insiden itu mengungkapkan banyak masalah mendasar di Jepang, termasuk meningkatnya pengaruh sayap kanan, penindasan suara-suara objektif dan rasional, dan dampak buruk dari kebijakan pemerintah Jepang yang keliru terhadap isu-isu penting yang menyangkut hubungan China-Jepang.

Dia juga mencatat kurangnya pendidikan tentang sejarah yang sebenarnya, pandangan sejarah yang keliru yang meluas, dorongan berkelanjutan untuk kebijakan pertahanan yang lebih ofensif, ekspansionis, dan berbahaya, serta kegagalan untuk mengawasi SDF dan menjaga disiplin di dalam pasukan.

Menurutnya, bagaimana cara mengatasi masalah ini secara mendasar dan menghilangkan akar permasalahannya di masyarakat Jepang layak direnungkan secara serius oleh mereka yang memiliki wawasan tentang Jepang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Trump Beri Tahu Kongres:...
Trump Beri Tahu Kongres: AS dan Iran Resmi Perang Lagi!
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Breaking News!AS Kembali...
Breaking News!AS Kembali Bombardir Iran Besar-besaran, Tentara dan Warga Tewas
AS kembali Serang Iran,...
AS kembali Serang Iran, Teheran Hujani Qatar hingga UEA dengan Rudal dan Drone
Rekomendasi
Kejagung Sangkal Febrie...
Kejagung Sangkal Febrie Adriansyah Umrah: Sudah Dicekal, Kami Pastikan Ada di Indonesia
Syuriyah NU se-Lampung...
Syuriyah NU se-Lampung Minta Calon Ketum PBNU Tak Rangkap Jabatan
Menginap di Hotel Ini...
Menginap di Hotel Ini Dapat Bonus Spa hingga Merchandise Eksklusif
Berita Terkini
Trump Beri Tahu Kongres:...
Trump Beri Tahu Kongres: AS dan Iran Resmi Perang Lagi!
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved