Drone Ukraina Hancurkan Kilang Minyak Rusia, Kremlin Ancam Negara-negara Eropa

Sabtu, 18 April 2026 - 15:40 WIB
loading...
Drone Ukraina Hancurkan...
Drone Ukraina hancurkan kilang minyak Rusia. Foto/X
A A A
MOSKOW - Ukraina merusak atau menghancurkan begitu banyak infrastruktur minyak dan gas Rusia dalam dua minggu terakhir sehingga mendorong Rusia untuk mengeluarkan peringatan kepada negara-negara dan industri Eropa agar tidak mendanai produksi drone jarak jauhnya.

Peringatan itu muncul setelah Ukraina mencapai serangkaian perjanjian baru dengan perusahaan pertahanan Eropa minggu ini.

“Kami menganggap keputusan ini sebagai langkah yang disengaja yang mengarah pada peningkatan tajam situasi militer dan politik di seluruh benua Eropa dan transformasi bertahap negara-negara ini menjadi wilayah strategis bagi Ukraina,” kata pernyataan dari kementerian pertahanan Rusia pada hari Rabu minggu ini, dilansir Al Jazeera.

Rusia memperingatkan tentang “konsekuensi yang tidak dapat diprediksi” dan mengatakan bahwa “langkah-langkah para pemimpin Eropa semakin menyeret negara-negara ini ke dalam perang dengan Rusia.”

Rusia menerbitkan daftar alamat perusahaan-perusahaan Eropa yang terlibat dalam produksi senjata bersama dengan Ukraina.

Dmitry Medvedev, mantan presiden Rusia dan wakil kepala Dewan Keamanan Nasional, kemudian mengklarifikasi bahwa ini sama dengan “daftar target potensial untuk angkatan bersenjata Rusia”.

Sehari sebelumnya, Jerman setuju untuk menginvestasikan 300 juta euro (USD355 juta) dalam kemampuan serangan jarak jauh Ukraina dan secara terpisah akan menginvestasikan 5.000 drone serang jarak menengah untuk digunakan melawan jalur pasokan medan perang Rusia.

Norwegia juga menandatangani perjanjian dengan Ukraina yang akan mengarah pada produksi bersama drone, dan menyumbangkan 560 juta euro (USD661,5 juta) untuk mendukung garis depan Ukraina dengan drone.

Belanda mengumumkan dukungan drone sebesar 248 juta euro (USD293 juta), dan Belgia menjanjikan 85 juta euro (USD100 juta).


1. Jutaan Uang Putin yang Hilang

Menurut laporan, 100 perusahaan minyak terbesar di dunia, termasuk Gazprom Rusia, telah memperoleh keuntungan besar sebesar USD23 miliar pada bulan Maret sebagai akibat dari perang Iran, yang telah memicu krisis pasokan minyak global.

Namun, Rusia telah kehilangan sebagian besar keuntungan tersebut akibat serangan Ukraina yang menargetkan terminal ekspor minyak dan infrastruktur daratnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved