Hizbullah Setuju Gencatan Senjata, Peringatkan Israel terhadap Pelanggaran

Kamis, 16 April 2026 - 16:13 WIB
loading...
Hizbullah Setuju Gencatan...
Militer Israel terus menyerang Lebanon. Foto/anadolu
A A A
BEIRUT - Gerakan Lebanon, Hizbullah, setuju melakukan gencatan senjata dengan syarat Israel juga mematuhinya. Pernyataan itu diungkap Mahmoud Komati, wakil kepala dewan politik Hizbullah, pada hari Rabu (15/4/2026).

Hizbullah telah menyetujui gencatan senjata dengan Israel dengan syarat kedua belah pihak mematuhinya.

“Kami setuju melakukan gencatan senjata, tetapi kami tidak akan membiarkan pengalaman perjanjian 2024 terulang, di mana satu pihak mematuhinya sementara pihak Israel mengingkari kewajibannya,” kata Qamati.

“Kami tetap waspada terhadap pengkhianatan Israel,” tambahnya, menyarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke Lebanon selatan pada tahap ini.

Sementara itu, serangan Israel menghantam dekat salah satu rumah sakit terakhir yang tersisa di selatan negara itu, di kota Tibnin, sekitar 10 kilometer (6,2 mil) dari perbatasan.

Ada dua hari berturut-turut serangan di sekitar rumah sakit itu. Jelas sekali Israel tidak ingin wilayah ini layak huni.

Israel juga terus melanjutkan invasi darat di Bint Jbeil, tetapi para pejuang Hizbullah di dalam kota masih memberikan perlawanan.

Israel mencari semacam keuntungan militer untuk mengklaim kemenangan.

Bint Jbeil akan menjadi simbolis karena Israel tidak mampu menguasai kota tersebut selama perang terakhir pada tahun 2006, atau selama tahun 2024.

Pada akhirnya, baik Israel maupun Amerika Serikat tahu bahwa Israel harus menduduki seluruh Lebanon jika ingin melucuti senjata Hizbullah sendiri, sesuatu yang akan mahal dan sulit dilakukan.

Baca juga: Terungkap, Iran Gunakan Satelit China di Orbit untuk Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Surat Al Waqiah, Amalan...
Surat Al Waqiah, Amalan Istimewa bagi Muslimah untuk Memohon Rezeki dan Keberkahan Hidup
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Berita Terkini
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Infografis
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan Houthi Sepakat Melakukan Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved