Pakar: Indonesia Berisiko Terseret Konflik Jika Izinkan Wilayahnya Diakses Jet Tempur AS

Kamis, 16 April 2026 - 10:55 WIB
loading...
A A A
Namun Yaacob memperingatkan bahwa pemberian akses tersebut dapat membuat Indonesia rentan terhadap “pembalasan atau eskalasi”.

“Wilayah udara Indonesia sendiri dapat menjadi wilayah yang diperebutkan, yang secara efektif akan menyeret negara tersebut ke dalam konflik yang ingin dihindarinya,” kata Yaacob, seperti dikutip dari South China Morning Post, Kamis (16/4/2026).

“Tanda-tanda awal reaksi balik domestik, khususnya dalam wacana daring, menunjukkan sensitivitas terhadap setiap persepsi erosi otonomi strategis atau non-blok," imbuh dia.

Masalah Persepsi


"Setiap perjanjian yang memberikan hak lintas udara yang luas kepada militer AS berpotensi menciptakan kesan yang menyesatkan di mata China," kata Febry Triantama, asisten profesor hubungan internasional di Universitas Paramadina.

Menurut Febry, langkah tersebut tidak hanya berpotensi merugikan jika konflik pecah di Laut China Selatan, tetapi juga tidak jelas apa sebenarnya yang akan diperoleh Indonesia.

Meskipun keuntungan bagi Washington jelas, dia mengatakan manfaat bagi Jakarta "tidak terlihat dan menimbulkan pertanyaan"— terutama karena Indonesia bukanlah sekutu resmi AS.

Ferry juga mengemukakan kemungkinan bahwa akses lintas udara mungkin terkait dengan negosiasi perdagangan: di bawah Trump, beberapa negara memanfaatkan komitmen pertahanan dan pengadaan militer untuk mendapatkan persyaratan tarif yang lebih baik dengan Washington.

Indonesia sendiri pada bulan Februari menyetujui tarif AS sebesar 19 persen untuk sebagian besar barangnya—turun dari ancaman 32 persen, tetapi jauh lebih tinggi daripada tarif mendekati nol yang sebelumnya dinikmatinya.

Beberapa hari kemudian, tarif efektif turun lebih rendah lagi setelah putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan rezim tarif "timbal balik" Trump, setidaknya untuk sementara.

Alfin Febrian Basundoro, seorang dosen hubungan internasional di Universitas Airlangga, mengatakan kontroversi tersebut berisiko dikritik bahwa Prabowo "semakin akomodatif" terhadap Trump.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Prabowo: Anggaran Pertahanan...
Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
Trump Sesumbar AS Menang...
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
Saham SpaceX Anjlok,...
Saham SpaceX Anjlok, Kekayaan Elon Musk Menyusut Jadi Rp15 Kuadriliun
Rekomendasi
FIFA Hadiahkan Cincin...
FIFA Hadiahkan Cincin Juara di Final Piala Dunia 2026
Mengenal Slavko Vincic,...
Mengenal Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
JPO Tendean Bakal Dibangun...
JPO Tendean Bakal Dibangun Lagi, Jangka Pendek Bikin Zebra Cross
Berita Terkini
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved