Pakar: Indonesia Berisiko Terseret Konflik Jika Izinkan Wilayahnya Diakses Jet Tempur AS

Kamis, 16 April 2026 - 10:55 WIB
loading...
Pakar: Indonesia Berisiko...
Dokumen rahasia pertahanan Amerika ungkap upaya AS mengamankan askes wilayah udara Indonesia untuk pesawat-pesawat militer Washington. Foto/ Staff Sgt Zachary Rufus/US Air Force
A A A
JAKARTA - Para pakar memperingatkan Indonesia berisiko terseret konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) jika mengizinkan wilayah udaranya diakses oleh pesawat-pesawat militer Amerika.

Peringatan tersebut muncul setelah dokumen rahasia pertahanan Amerika yang bocor mengungkap upaya Washington untuk meminta akses wilayah udara Indonesia yang luas untuk penerbangan militer AS. Bocoran dokumen itu telah memicu reaksi keras di dalam negeri karena kekhawatiran bahwa Jakarta bisa dianggap "bersekongkol dengan agresor" di tengah perang Amerika melawan Iran.

Baca Juga: Dokumen Rahasia Ungkap AS Upayakan Pesawat Militernya Mengakses Wilayah Udara Indonesia

Para pakar mengatakan dokumen pertahanan tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh surat kabar yang berbasis di New Delhi, The Sunday Guardian, menimbulkan kekhawatiran bahwa Presiden Prabowo Subianto mungkin mengorbankan kemerdekaan strategis Indonesia.

Proposal tersebut, yang dilaporkan muncul setelah pertemuan pada bulan Februari antara Prabowo dan Presiden AS Donald Trump, disebutkan akan memberikan akses penerbangan "menyeluruh" kepada pesawat militer Amerika di wilayah udara Indonesia untuk operasi darurat, respons krisis, dan latihan bersama.

Kementerian Pertahanan Indonesia pada hari Senin mengakui keberadaan dokumen tersebut, tetapi mengatakan bahwa rencana tersebut belum final, dan menggambarkannya sebagai draf “letter of intent" yang masih dalam proses peninjauan. Lebih lanjut, kementerian tersebut menekankan bahwa pemerintah mempertahankan kendali penuh atas wilayah udara Indonesia.

Pada hari Rabu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang mengatakan Indonesia tidak memiliki kebijakan untuk memberikan akses tak terbatas ke wilayah udaranya kepada pihak asing mana pun, dan bahwa proposal AS masih dalam pertimbangan internal. Dia mengatakan bahwa segala bentuk kerja sama dengan Washington akan tetap tunduk pada mekanisme dan prosedur nasional Indonesia.

Di balik layar, apa yang digambarkan kantor berita Reuters sebagai "perpecahan" telah muncul. Menurut laporan media tersebut, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengirimkan surat yang bertanda mendesak dan rahasia kepada Kementerian Pertahanan pada awal April yang memperingatkan bahwa pemberian hak lintas udara secara menyeluruh berisiko melibatkan Jakarta dalam konflik asing.

Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin telah terbang ke Washington untuk bertemu dengan Menteri Perang AS Pete Hegseth pada akhir April dan menandatangani "kemitraan kerja sama pertahanan utama" yang bertujuan untuk memperkuat keamanan regional melalui modernisasi militer, peningkatan interoperabilitas, dan perluasan latihan bersama.

Kedua perkembangan tersebut menunjukkan bahwa mantan jenderal militer Prabowo "semakin nyaman" untuk menjalin hubungan pertahanan yang lebih dekat dengan AS, menurut Abdul Rahman Yaacob, seorang peneliti di lembaga think tank Rabdan Security and Defence Institute di Uni Emirat Arab.

Pada tingkat operasional, lanjut Yaacob, akses lintas udara akan memungkinkan pesawat AS untuk memangkas waktu transit dari pangkalan di Australia atau Samudra Hindia ke teater utama seperti Filipina dan Korea Selatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Berita Terkini
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved