Iran Bidik Kapal Induk dan Seluruh Kapal Perang AS: Kami Akan Tenggelamkan Semuanya!

Kamis, 16 April 2026 - 08:30 WIB
loading...
Iran Bidik Kapal Induk...
Iran sebut peluncur rudalnya sekarang membidik kapal induk USS Abraham Lincoln dan seluruh kapal perang AS yang berada di sekitar Selat Hormuz. Foto/US CENTCOM
A A A
TEHERAN - Iran menyatakan peluncur rudalnya sekarang diarahkan ke kapal induk USS Abraham Lincoln dan seluruh kapal perang Amerika Serikat (AS) yang berada di sekitar Selat Hormuz. Teheran mengancam akan menenggelamkan semuanya.

Ancaman tersebut disampaikan oleh Mohsen Rezaei, seorang pejabat senior yang juga penasihat militer untuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei, pada hari Rabu. Dalam sebuah wawancara yang disiarkan televisi televisi, dia memperingatkan: "Angkatan Laut Amerika berada di bawah peluncur rudal kami."

Baca Juga: AS Blokade Selat Hormuz, Iran Ancam Balas Blokade Laut Merah, Teluk, dan Laut Oman

“Peluncur tersebut kemungkinan besar telah dipindahkan oleh saudara-saudara kami dan sekarang diarahkan ke Abraham Lincoln dan semua kapal perang Amerika," kata Rezaei yang mengenakan seragam militer.

"Mereka semua berada di bawah peluncur kami sekarang dan kami akan menenggelamkan semuanya. Kami tidak akan membiarkan satu pun lolos dari kami. Gencatan senjata, biasanya, harus menjadi langkah pertama setelah serangkaian perjanjian. Itulah mengapa saya tidak menerima ini sebagai gencatan senjata. Ini adalah keheningan,” lanjut Rezaei, seperti dikutip dari Turkiye Today, Kamis (16/4/2026).

Rezaei, yang merupakan mantan panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), diangkat sebagai penasihat militer Mojtaba pada bulan lalu.

Dalam wawancaranya, dia menyindir Presiden AS Donald Trump sebagai polisi di Selat Hormuz.

"Trump ingin menjadi polisi Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar tugas Anda? Apakah ini tugas tentara yang kuat seperti AS?" ujarnya.

"Kapal-kapal Anda ini akan ditenggelamkan oleh rudal pertama kami dan telah menciptakan bahaya besar bagi militer AS. Mereka pasti dapat terkena rudal kami, dan kami dapat menghancurkannya," imbuh Rezaei.

Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik transit minyak paling penting di dunia, dan gangguan apa pun di sana dapat memiliki implikasi signifikan bagi pasokan dan keamanan energi global.

Sebelumnya, militer AS mengeklaim telah berhasil memulangkan 10 kapal yang mencoba meninggalkan pelabuhan Iran selama 48 jam pertama dari apa yang digambarkan sebagai blokade Angkatan Laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.

"Sepuluh kapal kini telah dipulangkan, dan nol kapal yang berhasil menerobos sejak dimulainya blokade AS pada hari Senin," kata Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah unggahan di X.

CENTCOM awalnya melaporkan sembilan kapal telah dipulangkan, kemudian memperbarui angka tersebut menjadi 10, termasuk satu kapal yang dikatakan "dialihkan" kembali ke Iran oleh kapal perusak rudal berpemandu AS.

Namun, data pelacakan maritim tampaknya menantang pernyataan militer AS tentang blokade yang sepenuhnya efektif.

Data pelacakan dari hari Selasa menunjukkan bahwa setidaknya dua kapal yang berangkat dari pelabuhan Iran berhasil menyeberangi Selat Hormuz, meskipun beberapa di antaranya kemudian mengubah haluan dan berbalik. M

enurut penyedia data maritim; Kpler, ketiga kapal tersebut merupakan bagian dari setidaknya tujuh kapal yang terkait dengan Iran yang melewati jalur air strategis tersebut setelah blokade Washington dilaporkan dimulai pada pukul 14.00 GMT pada hari Senin.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved