Database 400.000 Artikel Bongkar Dugaan Pola Propaganda China

Rabu, 15 April 2026 - 13:06 WIB
loading...
A A A
Melalui analisis data dalam PropagandaScope, dia menemukan bahwa kata “Mongolia” hampir sepenuhnya hilang dari publikasi resmi. Dari lebih dari 400.000 artikel yang dianalisis, istilah tersebut hanya muncul satu kali, dan itu pun dalam judul sebuah konferensi.

Sebagai gantinya, istilah tersebut digantikan dengan frasa yang lebih netral secara geografis. “Dalam bahasa PKC, orang Mongolia tidak lagi diposisikan sebagai kelompok masyarakat, melainkan sebagai lokasi,” ujar Introvigne.

Proyek ini juga menunjukkan bagaimana narasi ideologis disebarkan secara bertahap sebelum menjadi kebijakan resmi. Frasa “membangun rasa komunitas bangsa China yang kuat,” yang kini menjadi bagian penting dari kebijakan etnis China, tercatat lebih dulu muncul secara intens di media resmi di Xinjiang dibandingkan media nasional seperti People’s Daily.

Wilayah lain seperti Tibet dan Ningxia menunjukkan pola serupa. Ketika frasa tersebut akhirnya diadopsi dalam undang-undang oleh Kongres Rakyat Nasional, kampanye propaganda disebut telah lebih dulu berjalan.

Propaganda di Atas Propaganda


Dari sisi teknis, pengembangan proyek ini juga menyoroti bagaimana struktur informasi di China bekerja. Borjgin menemukan bahwa peta berbasis data dari Alibaba Cloud tidak dapat ditampilkan tanpa memasukkan klaim wilayah seperti garis sembilan putus-putus di Laut China Selatan dan status Taiwan sebagai provinsi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Iran Retas Jaringan...
Iran Retas Jaringan Seluler Timur Tengah Lacak Militer AS
Gunung Sampah Longsor...
Gunung Sampah Longsor Timpa Puluhan Pekerja TPA, 9 Orang Tewas
Rekomendasi
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Amien Desak Prabowo...
Amien Desak Prabowo Perintahkan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
UNJ Dorong Pendidikan...
UNJ Dorong Pendidikan Inklusif melalui Penguatan Kapasitas Guru di PKBM Ghaisan Cendekia
Berita Terkini
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved