5 Ketakutan NATO jika Ikut Bergabung Aliansi Blokade Selat Hormuz

Selasa, 14 April 2026 - 13:28 WIB
loading...
A A A
NATO dapat memainkan peran di selat tersebut jika 32 anggotanya dapat menyepakati pembentukan misi, kata Rutte pada 9 April.

Beberapa negara Eropa telah menyatakan kesediaan mereka untuk membantu di selat tersebut, tetapi hanya setelah ada penyelesaian yang berkelanjutan atas permusuhan dan kesepakatan dengan Iran bahwa kapal-kapal mereka tidak akan diserang.

Prancis akan menyelenggarakan konferensi dengan Inggris dan negara-negara lain untuk membentuk misi multinasional guna memulihkan navigasi di selat tersebut, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Senin.

“Misi yang sepenuhnya defensif ini, yang berbeda dari pihak-pihak yang bertikai, akan dikerahkan segera setelah situasi memungkinkan,” kata Macron.

Inggris sedang berupaya untuk mengurangi premi asuransi bagi kapal-kapal yang melewati selat tersebut setelah pertempuran berhenti, menurut seorang pejabat senior Eropa.

Selat Hormuz harus dibuka kembali melalui diplomasi, kata Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada hari Senin, menambahkan bahwa pembentukan pasukan internasional untuk mengawasinya akan rumit, dan ia menyerukan NATO untuk memperbaiki hubungannya dengan Trump pada pertemuan puncak di Ankara pada bulan Juli.

3. Ketidakpastian di Medan Perang

Jerman, Spanyol, Italia, dan Prancis—bersama dengan negara-negara non-NATO seperti Jepang dan Korea Selatan—ragu untuk berpartisipasi dalam operasi maritim yang dipimpin AS di Selat Hormuz “karena ketidakpastian di medan perang,” kata Hasan Selim Ozertem, seorang analis politik yang berbasis di Turki yang diwawancarai oleh Sputnik.

Negara-negara ini “tidak dapat memastikan keamanan pasukan angkatan laut mereka,” jelas Ozertem, seraya mencatat bahwa peristiwa baru-baru ini telah menunjukkan bahwa kapal-kapal AS rentan terhadap rudal Iran dan “tidak dapat dilindungi dari ranjau laut di Teluk Persia. Dalam hal itu, saya pikir tidak ada yang ingin menjadi bagian dari konflik yang sedang berlangsung ini,” katanya.

4. Khawatir Kehilangan Muka dan Kesalahan Perhitungan Strategis

Meskipun Trump telah memperjelas bahwa masa depan NATO akan dipertanyakan jika sekutu AS tidak mendukung operasi Hormuz Washington, masalahnya adalah bahwa “NATO adalah aliansi pertahanan, bukan aliansi yang akan bergabung dalam operasi ofensif tanpa keputusan Dewan Keamanan PBB atau persetujuan dari anggota NATO,” kata pakar tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
5 Anggota NATO Terlemah...
5 Anggota NATO Terlemah di 2025, Ada Negara Paling Aman di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved