5 Ketakutan NATO jika Ikut Bergabung Aliansi Blokade Selat Hormuz

Selasa, 14 April 2026 - 13:28 WIB
loading...
A A A
Tantangan lainnya adalah kenyataan bahwa Selat Hormuz adalah "jalur laut yang sempit dan tidak ada kapal perusak AS yang aman ketika mereka menemani kapal mana pun keluar dari Teluk Persia," dan dalam konteks ini, kemungkinan kehilangan kapal perusak dapat menjadi kehilangan muka bagi pemerintahan AS, Ozertem menunjukkan.

Terakhir, tetapi tidak kalah pentingnya, "Washington mengira perang dapat berakhir dalam waktu singkat daripada berubah menjadi semacam konflik berkepanjangan," tegas Ozertem.

Analis tersebut mencatat bahwa pemerintahan AS telah mengejar dua strategi untuk Iran: mengatur transisi kekuasaan ala Venezuela atau memicu pemberontakan rakyat. Karena tidak ada satu pun yang terwujud, Washington jelas telah salah menilai kemampuan Teheran untuk bertahan dalam konflik yang panjang dan berlarut-larut, terutama melalui penggunaan UAV dan rudal.

5. Operasi Epic Fury AS Tidak Memiliki Tujuan yang Jelas

Komunitas internasional tidak mengetahui "tujuan strategis" Operasi Epic Fury Washington terhadap Iran karena "tujuan-tujuan baru diartikulasikan setiap hari oleh para pejabat tinggi AS," kata Ozertem.

Salah satu tujuannya bisa jadi perubahan kekuasaan di Iran meskipun "negara Iran terbukti tangguh dan sistem saat ini terus bertahan," itulah sebabnya tujuan AS seperti itu sekarang "tidak ada dalam agenda," ujarnya.

Satu kemungkinan tujuan lainnya dapat terkait dengan laporan bahwa negara-negara Teluk merasa tidak aman dan mendesak AS untuk tetap berada di kawasan tersebut dan “menghilangkan pengaruh dalam kendali Iran,” saran analis tersebut.

Versi yang paling relevan dapat berkaitan dengan fakta bahwa AS “mengikuti Israel dalam operasi ini,” yang tercermin dalam pernyataan Trump atau Rubio tentang Iran yang diduga menargetkan Amerika jika menolak mendukung serangan Israel terhadap Republik Islam, Ozertem menyimpulkan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
3 Negara Paling Sengsara...
3 Negara Paling Sengsara Jika Iran Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved