AS Blokade Selat Hormuz, Kapal Induk USS George HW Bush Berkeliaran di Afrika

Selasa, 14 April 2026 - 10:04 WIB
loading...
AS Blokade Selat Hormuz,...
Kapal induk USS George H.W. Bush akan masuk Laut Arab setelah AS memulai blokade Selat Hormuz. Foto/US Navy
A A A
TEHERAN - Kapal induk USS George H.W. Bush (CVN-77) beroperasi di lepas pantai Namibia, saat berlayar mengelilingi benua Afrika. Menurut laporan USNI News, kapal itu akan bergabung dengan kekuatan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang semakin besar di Laut Arab di tengah blokade terhadap Selat Hormuz.

USS Bush, yang dikerahkan pada akhir Maret, tidak berlayar melalui Selat Gibraltar dan memasuki Laut Mediterania, jalur transit yang biasa dilalui oleh kapal induk berbasis Pantai Timur yang menuju Timur Tengah.

Baca Juga: AS Blokade Selat Hormuz, 15 Kapal Perang hingga Jet Tempur Siluman F-35 Dekati Iran

Kapal induk tersebut dan kapal-kapal perang pengawalnya—USS Donald Cook (DDG-75), USS Mason (DDG-87), dan USS Ross (DDG-71)—justru berlayar mengelilingi Afrika. Demikian konfirmasi dua pejabat pertahanan Amerika kepada USNI News pada hari Senin (13/4/2026). Kapal tanker minyak cepat USNS Arctic (TAOE-8) juga beroperasi bersama Gugus Tempur Kapal Induk USS George H.W. Bush.

Jalur mengelilingi Afrika memungkinkan kapal induk dan kapal-kapal perang pengawalnya untuk menghindari transit di Laut Merah dan Bab el-Mandeb, yang keduanya merupakan pusat aktivitas kelompok Houthi dalam serangan drone dan rudal mereka terhadap kapal-kapal AS pada tahun 2024 dan 2025.

Manuver USS George H.W. Bush berkeliaran di Afrika terjadi ketika AS memulai blokade Selat Hormuz menyusul pengumuman hari Minggu dari Presiden Donald Trump.

Komando Pusat AS atau CENTCOM kemudian mengeluarkan pernyataan yang menjelaskan bagaimana pasukan AS akan melaksanakan blokade jalur air penting yang telah menjadi titik konflik utama sejak AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada akhir Februari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved