Iran Tetap Minta Rakyatnya untuk Tetap Beraktivitas di Jalanan, Ada Apa Gerangan?

Selasa, 14 April 2026 - 02:20 WIB
loading...
A A A
“Jika musuh tidak mengerti, kami akan membuat mereka mengerti,” kata pria yang mengenakan pakaian militer dan masker hitam untuk menyembunyikan identitasnya, disambut sorak sorai dari kerumunan, beberapa di antaranya menuntut lebih banyak serangan rudal dan drone dari IRGC.

Televisi pemerintah juga mengatakan bahwa Trump, bukan Teheran, yang ingin “memulihkan citranya” melalui negosiasi dan “tuntutan berlebihan”nya adalah alasan pembicaraan gagal.

Kementerian Luar Negeri mengatakan tidak mengharapkan untuk mencapai kesepakatan setelah hanya satu hari negosiasi.

Beberapa anggota parlemen di parlemen yang didominasi garis keras mengatakan mereka senang bahwa pembicaraan tidak menghasilkan hasil karena mereka percaya Iran memiliki keunggulan dalam perang.

Hamidreza Haji-Babaei, wakil ketua parlemen, mengatakan satu-satunya hal yang dapat diterima oleh pendukung pemerintah yang berada di jalanan adalah resolusi Dewan Keamanan PBB yang akan menandakan "penyerahan diri" bagi AS dan mengarah pada pencabutan sanksi terhadap Iran dan para pemimpinnya.

Amir Hossein Sabeti, seorang anggota parlemen Teheran yang berafiliasi dengan faksi Paydari dari kelompok garis keras, mengatakan dia berterima kasih kepada tim negosiasi karena “tidak mundur dari garis merah” dan “tidak ada jalan lain selain menunjukkan perlawanan di lapangan terhadap para pelaku kejahatan dan iblis ini”.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
Piala Dunia 2026: Spanyol...
Piala Dunia 2026: Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved