Iran Tetap Minta Rakyatnya untuk Tetap Beraktivitas di Jalanan, Ada Apa Gerangan?
Selasa, 14 April 2026 - 02:20 WIB
loading...
A
A
A
Ini terjadi setelah beberapa suara pro-negara mengatakan mereka kecewa dengan pengumuman mendadak pada Rabu malam tentang gencatan senjata dua minggu dan negosiasi langsung untuk mengakhiri perang dengan AS.
Tim yang berangkat ke Islamabad memiliki lebih dari 85 anggota, menurut media lokal, termasuk puluhan perwakilan dari media yang berafiliasi dengan negara dan analis yang dekat dengan berbagai faksi.
Selain Ghalibaf, mantan komandan IRGC yang memajukan program rudal Iran, anggota senior tim tersebut termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, diplomat garis keras Ali Bagheri Kani, kepala Dewan Pertahanan dan mantan kepala keamanan Ali Akbar Ahmadian, dan kepala bank sentral moderat Abdolnasser Hemmati.
Pembicaraan pada hari Sabtu menetapkan bahwa terobosan diplomatik belum dekat dan kemungkinan akan terjadi eskalasi lebih lanjut, meskipun tidak ada kembalian langsung ke pertempuran skala penuh.
“Apa yang dia [Trump] katakan setelah negosiasi hanyalah omong kosong. Dia mengatakan keinginannya dengan lantang,” kata Ebrahim Azizi, kepala komisi keamanan nasional parlemen Iran, kepada televisi pemerintah pada Minggu sore tentang blokade angkatan laut yang diumumkan Trump dan ancaman baru.
Tim yang berangkat ke Islamabad memiliki lebih dari 85 anggota, menurut media lokal, termasuk puluhan perwakilan dari media yang berafiliasi dengan negara dan analis yang dekat dengan berbagai faksi.
Selain Ghalibaf, mantan komandan IRGC yang memajukan program rudal Iran, anggota senior tim tersebut termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, diplomat garis keras Ali Bagheri Kani, kepala Dewan Pertahanan dan mantan kepala keamanan Ali Akbar Ahmadian, dan kepala bank sentral moderat Abdolnasser Hemmati.
Pembicaraan pada hari Sabtu menetapkan bahwa terobosan diplomatik belum dekat dan kemungkinan akan terjadi eskalasi lebih lanjut, meskipun tidak ada kembalian langsung ke pertempuran skala penuh.
“Apa yang dia [Trump] katakan setelah negosiasi hanyalah omong kosong. Dia mengatakan keinginannya dengan lantang,” kata Ebrahim Azizi, kepala komisi keamanan nasional parlemen Iran, kepada televisi pemerintah pada Minggu sore tentang blokade angkatan laut yang diumumkan Trump dan ancaman baru.
(ahm)
Lihat Juga :