Iran Memasuki Perundingan Islamabad dengan Percaya Diri, Lihat Pergeseran Sikap AS dalam Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 - 08:34 WIB
loading...
Iran Memasuki Perundingan...
Delegasi Iran tiba di Islamabad, Pakistan, untuk melakukan pembicaraan dengan AS, pada 10 April 2026. Foto/Telegram/Kantor Berita IRIB
A A A
ISLAMABAD - Iran memasuki perundingan Islamabad dari posisi percaya diri, menurut Profesor Zohreh Kharazmi dari Universitas Teheran. Dia berpendapat fakta bahwa negosiasi sedang berlangsung merupakan pergeseran posisi Amerika Serikat (AS).

Berbicara kepada Al Jazeera, ia mengatakan Trump telah menuntut penyerahan tanpa syarat baru-baru ini pada tanggal 6 Maret, tetapi AS sekarang berada di meja perundingan.

“Iran teguh dengan syarat-syaratnya,” tegas Kharazmi. “Dan setidaknya beberapa syarat penting akan disetujui, mungkin tidak pada putaran ini, tetapi pada putaran-putaran berikutnya.”

Mengenai Selat Hormuz, Kharazmi mengatakan kendali atas jalur air tersebut tetap menjadi pusat pengaruh Iran dan pemimpin tertinggi telah kembali memperjelas jalur air tersebut tidak akan diserahkan begitu saja.

Ia menyarankan Iran memandang selat tersebut sebagai sarana memastikan biaya perang dapat dipulihkan.

Sementara itu, Antonio Guterres mengatakan pembicaraan di Pakistan menawarkan kesempatan untuk “de-eskalasi dan pencegahan kembalinya permusuhan”, menurut juru bicaranya, Stephane Dujarric.

Dujarric mengatakan utusan pribadi kepala PBB, Jean Arnault, yang saat ini berada di Teheran, akan tetap berada “di wilayah tersebut untuk mendukung upaya diplomatik”.

Ketika ditanya seorang reporter apakah PBB berencana mengirim Arnault atau perwakilan lainnya ke Islamabad, Dujarric mengatakan, “Tidak secara khusus untuk pembicaraan ini, tetapi kami akan terus diberi informasi.”

Baca juga: Jelang Perundingan dengan Iran, Trump: AS Memuat Kapal-kapal dengan Senjata Berjumlah Lebih Besar
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Dugaan Aroma Konspirasi...
Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Brasil vs Jepang: Mampukah...
Brasil vs Jepang: Mampukah Samurai Biru Hapus Kutukan?
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Berita Terkini
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved