Menhan Pakistan Berharap yang Menciptakan Negara Israel Terbakar di Neraka, Zionis Murka

Jum'at, 10 April 2026 - 11:07 WIB
loading...
Menhan Pakistan Berharap...
Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif (kiri) berharap orang-orang yang menciptakan negara Israel terbakar di neraka. Rezim Zionis merespons marah atas pernyataan Asif. Foto/NDTV
A A A
TEL AVIV - Dalam eskalasi yang tajam dan belum pernah terjadi sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Pakistan Khawaja Asif menyebut Israel "jahat" dan "kutukan bagi umat manusia" karena menyerang Lebanon di tengah gencatan senjata Amerika Serikat (AS)-Iran. Pernyataan tersebut memicu kemarahan rezim Zionis, termasuk dari Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam sebuah unggahan di X pada hari Kamis, Asif menyatakan: "Sementara perundingan perdamaian sedang berlangsung di Islamabad, genosida sedang dilakukan di Lebanon."

Baca Juga: Usai Bantai 303 Orang, Netanyahu Perintahkan Israel Negosiasi dengan Lebanon

"Warga sipil tak berdosa dibunuh oleh Israel, pertama Gaza, kemudian Iran, dan sekarang Lebanon, pertumpahan darah terus berlanjut tanpa henti," lanjut dia.

"Saya berharap dan berdoa agar orang-orang yang menciptakan negara kanker ini di tanah Palestina untuk menyingkirkan orang Yahudi Eropa terbakar di neraka," imbuh Asif.

Rezim Zionis Murka


Netanyahu merespons marah, dengan mengatakan bahwa seruan Menhan Pakistan untuk pemusnahan Israel adalah "keterlaluan".

"Ini bukan pernyataan yang dapat ditoleransi dari pemerintah mana pun, terutama dari pemerintah yang mengeklaim sebagai penengah netral untuk perdamaian," demikian unggahan kantor Netanyahu di X.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar juga secara terbuka mengecam kepemimpinan Pakistan, menandai konfrontasi diplomatik langsung yang jarang terjadi antara dua negara yang tidak memiliki hubungan formal.

Sa'ar mengutuk apa yang digambarkannya sebagai "fitnah darah anti-Semit yang terang-terangan" dan memperingatkan bahwa menyebut Israel sebagai "kanker" secara efektif menyerukan penghancurannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Tak Hanya Melarang Medsos,...
Tak Hanya Melarang Medsos, Inggris Perketat Penggunaan AI bagi Anak dan Remaja
Rekomendasi
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved