Pakar: Pangkalan-pangkalan AS di Teluk Praktis Lumpuh akibat Serangan Balasan Iran

Jum'at, 10 April 2026 - 10:07 WIB
loading...
A A A
"Pangkalan-pangkalan di sekitar wilayah tersebut mengalami kerusakan yang nyata, dan saya pikir sangat tidak mungkin kita akan kembali dan menempatkan Armada Kelima kita kembali di Bahrain. Terlalu rentan," ujarnya.

"Jadi, dalam arti tertentu, seluruh tujuan 'Timur Tengah Amerika' telah runtuh [dan] kita belum memiliki cara alternatif untuk mengartikulasikan atau memikirkan apa yang mungkin menggantikannya," paparnya.

Lebih Banyak Beban daripada Manfaat


Secara keseluruhan, terdapat 19 lokasi yang terungkap dikelola oleh militer AS di seluruh wilayah Timur Tengah—wilayah yang membentang dari Mesir hingga Irak, dan dari Suriah utara hingga Oman selatan.

Lokasi-lokasi tersebut dapat mencakup hingga 50.000 tentara secara keseluruhan.

Pengerahan pasukan AS ke wilayah tersebut dimulai sejak akhir tahun 1950-an, tetapi ukuran dan cakupan pangkalan aktif saat ini di Teluk khususnya terwujud setelah Perang Teluk 1990, di mana AS campur tangan untuk membebaskan Kuwait dari pendudukan Irak.

Kesepakatan itu adalah untuk perlindungan sebagai imbalan atas minyak dan petrodolar.

Namun, mengingat perang AS-Israel terhadap Iran, transaksi tersebut tidak berjalan dengan baik bagi negara-negara Teluk, yang kini memiliki persediaan rudal pencegat yang sangat menipis, terpaksa menutup bandara dan sekolah, dan baru-baru ini mengalami serangan Iran terhadap fasilitas produksi energinya.

"Ketika manfaat dari pendekatan transaksional seperti itu mulai terkikis begitu banyak dari satu sisi, maka hubungan itu akan memburuk," kata Shana R Marshall, wakil direktur Institut Studi Timur Tengah di Universitas George Washington, pada konferensi tersebut.

Namun, kata dia, ini bukan pertama kalinya. Marshall menunjuk pada pengeboman Menara Khobar tahun 1996 di Dhahran, Arab Saudi, ketika 19 tentara AS tewas oleh kelompok yang kemudian diidentifikasi sebagai Hizbullah di Hijaz.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Berita Terkini
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved