Pakar: Pangkalan-pangkalan AS di Teluk Praktis Lumpuh akibat Serangan Balasan Iran

Jum'at, 10 April 2026 - 10:07 WIB
loading...
Pakar: Pangkalan-pangkalan...
Para pakar menilai pangkalan-pangkalan militer AS di Teluk praktis lumpuh akibat serangan balasan Iran. Foto/The Statesman
A A A
RIYADH - Setidaknya selusin pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di seluruh wilayah Teluk telah rusak parah akibat serangan balasan Iran atas agresi gabungan Amerika dan Israel. Para pakar menggambarkanya sebagai "praktis lumpuh" karena sekarang kehadiran mereka menciptakan kerentanan yang jauh lebih besar daripada manfaatnya.

Pengungkapan awal tentang kondisi pangkalan-pangkalan tersebut pertama kali dilaporkan The New York Times, yang digambarkan sebagai "hampir tidak layak huni".

Baca Juga: Inilah Product 358, Rudal Murah Iran yang Menembak Jet Tempur Siluman F-35 AS

Pemerintahan Presiden Donald Trump belum mengakui sejauh mana kerusakan yang terjadi.

"Ini adalah arsitektur fisik dari supremasi Amerika, dan Iran pada dasarnya telah membuatnya praktis lumpuh dalam kurun waktu satu bulan," kata Marc Lynch, direktur Proyek Ilmu Politik Timur Tengah di Universitas George Washington, pada konferensi tahunan Arab Center Washington DC.

"Kita tidak melihat laporan yang lengkap dan akurat tentang sejauh mana kerusakan yang telah terjadi pada pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut," ujarnya, seperti dikutip Middle East Eye, Jumat (10/4/2026).

Akses ke situs-situs militer tersebut—beberapa di antaranya adalah pusat logistik dan tidak selalu merupakan pangkalan aktif—dikendalikan secara ketat oleh Pentagon dan negara-negara Teluk itu sendiri: Bahrain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, dan Oman.

Bulan lalu, mereka melarang pengambilan foto dan penyebaran video rudal di wilayah udara mereka, yang menyebabkan banyak orang berspekulasi apakah motifnya adalah untuk melindungi pangkalan AS saat mereka melancarkan serangan ke Iran.

Para pemimpin Teluk sebelumnya telah berjanji untuk tidak mengizinkan AS menggunakan pangkalan di wilayah mereka untuk perang.

"Teman-teman saya di wilayah itu akan mengirimkan saya foto-foto pangkalan di Bahrain," kata Lynch, merujuk pada Naval Support Activity di pulau itu, yang merupakan markas Armada Kelima AS dan menampung sekitar 9.000 personel militer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved