Usai Bantai 303 Orang, Netanyahu Perintahkan Israel Negosiasi dengan Lebanon

Jum'at, 10 April 2026 - 08:15 WIB
loading...
Usai Bantai 303 Orang,...
PM Benjamin Netayahu perintahkan Israel negosiasi langsung dengan Lebanon setelah serangan militer Zionis menewaskan 303 orang di Lebanon. Foto/Screenshot video Al Jazeera
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia telah menginstruksikan para menteri untuk memulai negosiasi perdamaian langsung dengan Lebanon sesegera mungkin.

Perintah ini disampaikan pada hari Kamis atau sehari setelah serangan besar-besaran Israel menewaskan 303 orang di Lebanon—yang oleh penduduk Beirut dinyatakan sebagai "pembantaian Rabu kelam".

Baca Juga: Iran Tutup Lagi Selat Hormuz setelah 100 Rudal Israel Bunuh 254 Orang di Lebanon

"Mengingat permintaan berulang Lebanon untuk membuka negosiasi langsung dengan Israel, saya menginstruksikan kabinet kemarin untuk memulai negosiasi langsung dengan Lebanon sesegera mungkin," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

"Negosiasi akan fokus pada pelucutan senjata Hizbullah dan membangun hubungan damai antara Israel dan Lebanon," paparnya.

Negosiasi akan dipimpin oleh duta besar Israel untuk Washington, Yechiel Leiter.

Belum dikonfirmasi siapa yang akan memimpin delegasi Lebanon, tetapi beberapa laporan media lokal mengatakan itu bisa jadi duta besar Lebanon untuk Washington, Nada Mouawad, atau mantan duta besar Simon Karam.

Israel menolak untuk menghentikan pengeboman yang sedang berlangsung di Lebanon selama potensi pembicaraan apa pun, dengan seorang pejabat Zionis mengatakan negosiasi akan berlangsung "di bawah tembakan".

Beirut telah menyerukan gencatan senjata sebelum memulai negosiasi apa pun.

Seorang pejabat AS mengatakan pada hari Kamis bahwa Israel dan Lebanon akan mengadakan pembicaraan minggu depan di Washington.

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa Departemen Luar Negeri akan menyelenggarakan pertemuan minggu depan untuk membahas negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung dengan Israel dan Lebanon," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS, membenarkan laporan sebelumnya dari sumber yang mengetahui upaya diplomatik tersebut.

Pembicaraan akan segera dilakukan setelah Amerika Serikat dan Iran membuka pembicaraan di Pakistan setelah kedua pihak menyetujui gencatan senjata selama dua minggu. Pakistan dan Iran mengatakan gencatan senjata akan mencakup seluruh wilayah, termasuk Lebanon, tetapi Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump membantah hal itu.

Sumber resmi Lebanon mengatakan kepada The New Arab bahwa pertemuan pertama di Washington akan bersifat persiapan dan awalnya akan berlangsung di tingkat duta besar.

Sumber-sumber tersebut menambahkan bahwa Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam sedang bersiap untuk mengunjungi AS sebagai bagian dari upaya yang sedang berlangsung untuk mencapai solusi.

Anggota parlemen Hizbullah, Ali Fayyad, mengatakan pada hari Kamis bahwa kelompok tersebut menolak negosiasi langsung dengan Israel dan bahwa pemerintah Lebanon harus menuntut gencatan senjata sebagai prasyarat sebelum langkah lebih lanjut diambil.

Fayyad mengatakan posisi pemerintah Lebanon juga harus memprioritaskan penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon dan pemulangan pengungsi ke rumah mereka.

Pembantaian 303 Orang pada Rabu Kelam


Pembicaraan langsung akan menjadi langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi kedua negara, yang belum pernah memiliki hubungan diplomatik formal dalam sejarah Israel selama 78 tahun.

Upaya baru-baru ini oleh para pejabat Lebanon untuk melakukan negosiasi ditolak oleh Israel, yang telah menuntut pemerintah untuk secara paksa melucuti senjata Hizbullah yang didukung Iran sebagai prasyarat untuk pembicaraan perdamaian.

Satu jam sebelum pernyataan Netanyahu muncul, Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan bahwa negosiasi langsung dengan Israel adalah "satu-satunya solusi" untuk kesulitan yang dihadapi negaranya.

Ini terjadi sehari setelah pesawat tempur Israel menewaskan 303 orang di seluruh Lebanon dalam serangan bom terberat selama perang enam minggu dengan Hizbullah. Serangan tersebut menargetkan daerah sipil yang padat penduduk, termasuk Beirut.

Kementerian Kesehatan Lebanon membenarkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel pada hari Rabu di seluruh negeri telah meningkat menjadi 303 orang, dengan 1.150 orang terluka.

Dalam sebuah pernyataan, Pusat Operasi Darurat Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di beberapa lokasi, dengan pihak berwenang berupaya untuk mengambil jenazah dari bawah reruntuhan dan mengidentifikasi korban, termasuk melalui tes DNA.

Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah meningkat menjadi 1.888 orang tewas dan 6.092 orang terluka, imbuh kementerian tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved