Trump Tuai Kritik usai AS-Iran Gencatan Senjata: Menang Total atau Mundur karena Takut?

Kamis, 09 April 2026 - 10:33 WIB
loading...
A A A
Para penentang Trump mengatakan perang tersebut telah membuat Iran secara efektif mengendalikan Selat Hormuz, dengan cengkeraman kuat atas harga energi dunia. Selain itu, hanya ada sedikit bukti bahwa dia telah berbuat lebih banyak untuk mencegah Iran mendapatkan bom nuklir, mengingat Iran masih memiliki cadangan uranium yang sangat diperkaya.

Partai Republik khawatir bahwa perang Timur Tengah akan memengaruhi mereka dalam pemilu paruh waktu November untuk mengendalikan Kongres, mengingat keluarga Amerika sudah kesulitan membayar tagihan.

“Semua ini terjadi ketika satu orang… memiliki kekuasaan tanpa batas untuk melancarkan perang,” imbuh Schumer.

Kritik semakin meningkat ketika gencatan senjata tampak semakin rapuh, dengan Iran mengancam akan menggagalkannya jika Israel tidak menghentikan serangan terhadap Lebanon.

“Trump, ‘Presiden perdamaian’, seharusnya tidak pernah memulai perang ini bersama Israel, yang jelas tidak menginginkan perdamaian,” kata mantan sekutu Trump yang juga anggota Kongres Marjorie Taylor Greene pada hari Kamis.

Meskipun demikian, loyalis Trump memuji kesepakatan tersebut. “Sepertinya Trump akhirnya berhasil, membawanya ke ambang batas. Iran menyerah,” kata pembawa acara Fox News yang juga sekutu Trump, Laura Ingraham, di acaranya setelah pengumuman kesepakatan gencatan senjata.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved