Trump: AS akan Beri Keringanan Sanksi dan Tarif pada Iran

Rabu, 08 April 2026 - 20:30 WIB
loading...
Trump: AS akan Beri...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, dalam unggahan terbarunya di Truth Social, bahwa “keringanan tarif dan sanksi” akan diberikan kepada Iran. Dia menambahkan “banyak dari 15 poin [yang diusulkan AS untuk mengakhiri perang] telah disepakati.”

Iran belum menanggapi komentar dan klaim terbaru Trump. Bahkan ketika ia berkomentar di media sosial yang menunjukkan AS dan Iran berada di jalur menuju kesepakatan perdamaian jangka panjang, presiden AS juga melontarkan ancaman kepada sekutu dan mitra Teheran.

“Negara yang memasok senjata militer ke Iran akan segera dikenakan tarif, untuk semua barang yang dijual ke Amerika Serikat, 50%, berlaku segera,” kata Trump di Truth Social. “Tidak akan ada pengecualian atau pembebasan!”

Presiden AS Trump mengatakan Iran tidak akan diizinkan lagi memperkaya uranium, menguraikan posisi pemerintahannya tentang program nuklir Teheran menjelang pembicaraan yang direncanakan di Islamabad pada hari Jumat.

“Amerika Serikat akan bekerja sama erat dengan Iran, yang menurut kami telah melalui apa yang akan menjadi Perubahan Rezim yang sangat produktif!” tulis Trump di Truth Social. “Tidak akan ada pengayaan uranium, dan Amerika Serikat, bekerja sama dengan Iran, akan menggali dan menyingkirkan semua ‘debu’ nuklir (pesawat pembom B-2) yang terkubur dalam-dalam.”

Presiden AS juga mengklaim pengawasan satelit AS telah mengawasi persediaan uranium yang diperkaya Iran sejak serangan terhadap fasilitas nuklir Iran Juni lalu.

Baca juga: Dunia Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Dorong Perdamaian Abadi Timur Tengah
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Polda Metro: Barang...
Polda Metro: Barang Bukti Kasus Roy Suryo Sudah Diuji Lab oleh Lembaga Tersertifikasi
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved