Tak Mau Terjebak dengan Tipu Muslihat AS dan Israel, Iran Tolak Tawaran Gencatan Senjata
Selasa, 07 April 2026 - 03:30 WIB
loading...
A
A
A
Ia menggarisbawahi desakan Iran yang terus berlanjut pada tuntutan yang sah, dengan mengatakan, "Kami tidak malu untuk meneriakkan tuntutan dan hak-hak sah bangsa dan wilayah kami."
Juru bicara tersebut menunjuk pada ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan menargetkan infrastruktur vital Iran jika Republik Islam tidak tunduk pada tuntutan Washington yang berlebihan.
Ia menegaskan bahwa Teheran dengan tegas menolak "ultimatum" Amerika mana pun, sambil mencatat bagaimana upaya Washington untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Teheran bertentangan dengan kelanjutan kejahatan terhadap bangsa Iran dan mengancam bangsa tersebut dengan kejahatan perang yang lebih banyak lagi.
Hanya dengan mengeluarkan ancaman seperti itu serta memberikan lampu hijau untuk lebih banyak kekejaman Israel yang menargetkan negara tersebut merupakan kejahatan perang, katanya.
Sementara itu, Baghaei mengingatkan pengalaman buruk Iran tentang penyalahgunaan kepercayaan bangsa yang selalu dilakukan AS. "Seluruh perhatian kita harus difokuskan pada membela negara," tambahnya.
Terlepas dari proposal Amerika, "yang sama sekali tidak dapat diterima oleh kami," Iran telah mendokumentasikan dan menyiapkan teks yang menguraikan semua tuntutannya sendiri berdasarkan kepentingan dan pertimbangan nasional negara tersebut, kata pejabat itu.
Ia mengatakan tanggapan Teheran terhadap para perantara telah disiapkan, menambahkan, "Kapan pun diperlukan, kami akan mengkomunikasikannya secara eksplisit."
Juru bicara tersebut menunjuk pada ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan menargetkan infrastruktur vital Iran jika Republik Islam tidak tunduk pada tuntutan Washington yang berlebihan.
Ia menegaskan bahwa Teheran dengan tegas menolak "ultimatum" Amerika mana pun, sambil mencatat bagaimana upaya Washington untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Teheran bertentangan dengan kelanjutan kejahatan terhadap bangsa Iran dan mengancam bangsa tersebut dengan kejahatan perang yang lebih banyak lagi.
Hanya dengan mengeluarkan ancaman seperti itu serta memberikan lampu hijau untuk lebih banyak kekejaman Israel yang menargetkan negara tersebut merupakan kejahatan perang, katanya.
Sementara itu, Baghaei mengingatkan pengalaman buruk Iran tentang penyalahgunaan kepercayaan bangsa yang selalu dilakukan AS. "Seluruh perhatian kita harus difokuskan pada membela negara," tambahnya.
Terlepas dari proposal Amerika, "yang sama sekali tidak dapat diterima oleh kami," Iran telah mendokumentasikan dan menyiapkan teks yang menguraikan semua tuntutannya sendiri berdasarkan kepentingan dan pertimbangan nasional negara tersebut, kata pejabat itu.
Ia mengatakan tanggapan Teheran terhadap para perantara telah disiapkan, menambahkan, "Kapan pun diperlukan, kami akan mengkomunikasikannya secara eksplisit."
Lihat Juga :