Tak Mau Terjebak dengan Tipu Muslihat AS dan Israel, Iran Tolak Tawaran Gencatan Senjata

Selasa, 07 April 2026 - 03:30 WIB
loading...
Tak Mau Terjebak dengan...
Tak mau terjebak dengan tipu muslihat AS dan Israel, Iran tolak tawaran gencatan senjata. Foto/X
A A A
TEHERAN - Iran menolak usulan gencatan senjata yang diproklamirkan sendiri oleh AS, memperingatkan bahwa jeda apa pun yang dihasilkan dari gencatan senjata tersebut hanya akan memungkinkan musuh untuk berkumpul kembali dan melakukan kejahatan lebih lanjut terhadap bangsa Iran.

Pada konferensi pers hari Senin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, membahas berbagai usulan, termasuk usulan Amerika yang terdiri dari 15 poin yang konon bertujuan untuk mengakhiri agresi tanpa provokasi Washington terhadap Republik Islam sejak 28 Februari hingga saat ini, yang telah disampaikan ke Teheran melalui perantara.

Di antara hal-hal lain, proposal tersebut dilaporkan meminta Iran untuk menghentikan aktivitas nuklir damainya, membatasi program rudal pertahanannya, dan membuka kembali Selat Hormuz yang strategis yang telah ditutupnya bagi musuh dan sekutu mereka sebagai pembalasan.

Iran secara tegas menolak dua ketentuan pertama. Iran juga menegaskan bahwa mereka tidak akan menerima janji "gencatan senjata" yang diklaim sendiri oleh musuh, yang bersifat sepihak dan tidak terjamin, dan menekankan bahwa mereka berupaya mengakhiri agresi apa pun yang menargetkan negara tersebut secara tuntas.



Selain itu, Republik Islam Iran menuntut kompensasi atas kerusakan besar yang telah ditimbulkan oleh para agresor terhadap berbagai fasilitas infrastruktur negara.

Baghaei juga menolak tuntutan Amerika yang tercantum dalam proposal Washington sebagai "sangat berlebihan dan tidak biasa, serta tidak logis."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Penipuan Kursus Bahasa...
Penipuan Kursus Bahasa Arab dengan Bonus Umrah Dilaporkan ke Bareskrim, Korban Rugi Ratusan Juta
Kejagung Pastikan Proses...
Kejagung Pastikan Proses Etik Febrie Adriansyah Tunggu Perkara Pidana Inkrah
Serial My Chef In Crime...
Serial My Chef In Crime Segera Tayang di VISION+, Gabungkan Misteri Kriminal dengan Dunia Kuliner
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved