PLTN Bushehr Dibom 4 Kali, Iran di Ambang Bencana Radioaktif

Sabtu, 04 April 2026 - 22:05 WIB
loading...
PLTN Bushehr Dibom 4...
PLTN Bushehr dibom empat kali, Iran di ambang bencana radiaktif. Foto/Press TV
A A A
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa dampak radioaktif dari serangan terhadap pembangkit nuklir Bushehr akan mengakhiri kehidupan di wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa serangan berulang yang menargetkan satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir negara itu sebagai bagian dari agresi AS-Israel yang sedang berlangsung dapat menyebabkan bencana radiologis besar di wilayah tersebut.



Araghchi mengatakan dalam sebuah unggahan pada hari Sabtu di akun X-nya bahwa serangan baru yang terjadi sebelumnya pada hari itu terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr, yang terletak di pantai Teluk Persia di barat daya Iran, dapat menyebabkan dampak radioaktif yang membahayakan kehidupan di seluruh wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri mengkritik kebungkaman dan ketidakaktifan pemerintah Barat dalam mengutuk serangan yang sangat berbahaya terhadap fasilitas nuklir Iran, seraya membandingkannya dengan dugaan serangan serupa oleh Rusia terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir utama Ukraina pada awal tahun 2022.

“Ingat kemarahan Barat tentang permusuhan di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia di Ukraina? … Israel-AS telah membom pembangkit Bushehr kami empat kali. Dampak radioaktif akan mengakhiri kehidupan di ibu kota negara-negara GCC, bukan Teheran,” katanya, merujuk pada negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Araghchi selanjutnya mengkritik serangan AS-Israel terhadap infrastruktur sipil dan non-militer Iran, termasuk serangan pada Sabtu pagi terhadap fasilitas petrokimia negara tersebut.

Ia mengatakan serangan tersebut mengungkap sifat sebenarnya dari agresi AS-Israel terhadap Iran dan fakta bahwa agresi tersebut bertujuan untuk melemahkan kemampuan ekonomi dan sipil Iran sebagai negara berkembang.

“Serangan terhadap petrokimia kami juga menyampaikan tujuan yang nyata,” kata diplomat senior tersebut.

Komentar tersebut muncul ketika Amerika Serikat dan Israel terus melancarkan serangan udara terhadap fasilitas ekonomi Iran, termasuk jembatan, pabrik baja, dan pabrik lainnya, sebagai bagian dari agresi yang dimulai pada akhir Februari.

Iran telah merespons serangan tersebut dengan keras dengan menyerang target yang terkait dengan AS di Teluk Persia dan kawasan Asia Barat serta wilayah di wilayah pendudukan Israel.

Iran juga telah memperketat pembatasan aliran energi melalui Selat Hormuz, menyebabkan harga minyak internasional mencapai rekor tertinggi.

Otoritas Iran telah mengindikasikan bahwa tindakan tersebut akan berlanjut hingga para agresor sepenuhnya dihukum.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Berita Terkini
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved