Giliran Italia Larang Pangkalannya Digunakan Pesawat AS untuk Bombardir Iran

Kamis, 02 April 2026 - 08:52 WIB
loading...
A A A
Pemeriksaan awal dilaporkan mengonfirmasi bahwa penerbangan yang dimaksud bukanlah penerbangan rutin atau logistik dan oleh karena itu berada di luar cakupan perjanjian yang disepakati antara Roma dan Washington.

Portolano kemudian memberi tahu Crosetto, yang mengeluarkan arahan: pesawat tidak akan diizinkan mendarat di Sigonella, dengan alasan bahwa mereka belum diotorisasi dan tidak ada konsultasi sebelumnya yang dilakukan.

Kantor Perdana Menteri Giorgia Meloni menanggapi laporan pers dengan sebuah pernyataan yang mengatakan: "Tidak ada masalah kritis atau ketegangan dengan mitra internasional."

"Hubungan dengan Amerika Serikat, khususnya, solid dan didasarkan pada kerja sama penuh dan setia," kata kantor tersebut.

Crosetto mengklarifikasi bahwa dia hanya memastikan perjanjian internasional dihormati, menekankan bahwa itu tidak berarti ada ketegangan dengan AS atau bahwa AS telah dilarang menggunakan pangkalan militer di Italia.

"Saya ingin menegaskan kembali bahwa tidak ada pendinginan atau ketegangan dengan AS," tulis Crosetto di X. "Karena mereka mengetahui aturan yang telah mengatur kehadiran mereka di Italia sejak 1954 sama baiknya dengan kita," lanjut dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Momen Haru, Sarwendah...
Momen Haru, Sarwendah Antar Anak Temui Ruben Onsu Jelang Berangkat Umrah
Berita Terkini
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved