Iran Tembakkan 10 Rudal ke Israel, Salvo Misil Terbesar sejak Perang Pecah
Kamis, 02 April 2026 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Sekadar diketahui, Amerika Serikat (AS) dan Israel telah membombardir Iran sejak 28 Februari, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan sejumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
Mohsen Rezaei, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, mengatakan Iran tidak akan menghentikan perang sampai mengamankan apa yang dia sebut sebagai hak-haknya dan mencegah musuh-musuhnya.
“Sampai kita membuat musuh menyesal dan memperoleh hak-hak kami yang pasti, kami tidak akan membiarkannya pergi,” kata mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tersebut.
Dia menambahkan bahwa akhir perang bergantung pada pemimpin tertinggi dan rakyat Iran dan memperingatkan Amerika Serikat agar tidak berasumsi bahwa mereka dapat bertindak dan kemudian meninggalkan kawasan itu tanpa konsekuensi.
Rezaei juga mempertanyakan gagasan negosiasi atau gencatan senjata, dengan mengatakan: “Apa artinya berbicara tentang negosiasi dan gencatan senjata dalam kondisi seperti ini?”
Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan sejumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
Iran Lanjutkan Perang
Mohsen Rezaei, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, mengatakan Iran tidak akan menghentikan perang sampai mengamankan apa yang dia sebut sebagai hak-haknya dan mencegah musuh-musuhnya.
“Sampai kita membuat musuh menyesal dan memperoleh hak-hak kami yang pasti, kami tidak akan membiarkannya pergi,” kata mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tersebut.
Dia menambahkan bahwa akhir perang bergantung pada pemimpin tertinggi dan rakyat Iran dan memperingatkan Amerika Serikat agar tidak berasumsi bahwa mereka dapat bertindak dan kemudian meninggalkan kawasan itu tanpa konsekuensi.
Rezaei juga mempertanyakan gagasan negosiasi atau gencatan senjata, dengan mengatakan: “Apa artinya berbicara tentang negosiasi dan gencatan senjata dalam kondisi seperti ini?”
Lihat Juga :