4 Dekade Lalu, Trump Sudah Menarget Iran

Rabu, 01 April 2026 - 16:25 WIB
loading...
4 Dekade Lalu, Trump...
Empat dekade lalu, Donald Trump sudah menarget Iran. Foto/CENTCOM
A A A
WASHINGTON - Sebelum perang AS- Iran yang sedang berlangsung, sebelum menjabat sebagai presiden, Presiden AS Donald Trump sudah berbicara tentang mengambil alih minyak.

Trump telah lama berbicara secara terbuka tentang mengambil kendali atas sumber daya minyak, sebuah sikap yang kembali menjadi fokus seiring berlanjutnya perang di Timur Tengah. Pernyataan terbarunya tentang "mengambil alih minyak" dari Iran, kini diikuti oleh video lama yang ia bagikan secara online, menunjukkan bahwa pemikiran ini sudah ada sejak beberapa dekade lalu.

Dalam klip tersebut, yang difilmkan pada tahun 1987 dan baru-baru ini diunggah oleh Trump di platform media sosial Truth Social, pengusaha tersebut terlihat berbicara secara terbuka tentang Iran dan minyaknya, dengan alasan bahwa Amerika Serikat harus merebut sumber daya energi.

Video tersebut menunjukkan Trump muda berkata, "Mengapa kita tidak bisa masuk dan mengambil alih sebagian minyak mereka yang berada di sepanjang laut?"

Ia mengatakan kepada pewawancara, "Biarkan mereka memiliki Iran, Anda ambil minyak mereka, itulah yang akan saya lakukan."

Selama wawancara, wartawan bertanya kepada Trump apakah ia khawatir tentang ancaman dari Uni Soviet. Trump berkata, "Lain kali Iran menyerang negara ini, masuklah dan rebut salah satu instalasi minyak besar mereka. Dan maksud saya rebut dan pertahankan serta dapatkan kembali kerugian Anda, karena negara ini telah kehilangan banyak karena Iran."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Piala Dunia 2026 Sukses...
Piala Dunia 2026 Sukses Digelar, Presiden FIFA Gianni Infantino Dapat Tawaran Jabatan dari Trump
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
Menlu Rusia: AS Terlibat...
Menlu Rusia: AS Terlibat Langsung dalam Perang Ukraina!
Rekomendasi
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Apresiasi Penunjukan...
Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amos Simanjuntak: Pilihan Tepat
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved