Diserang Iran, Warga Israel Ramai-ramai Kabur ke Mesir tapi Marah karena Dipatok Biaya Mahal

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:23 WIB
loading...
Diserang Iran, Warga...
Diserang Iran, warga Israel ramai-ramai kabur ke Mesir. Namun, mereka marah karena dikenai biaya mahal untuk penyebarangan dan hotel. Foto/Haaretz
A A A
KAIRO - Para warga Israel ramai-ramai melarikan diri ke Semenanjung Sinai, Mesir, untuk menghindari serangan balasan Iran. Namun, mereka marah setelah dikenai biaya mahal oleh pihak Mesir untuk penyeberangan perbatasan dan hotel.

Surat kabar Hayom yang berbasis di Israel melaporkan bahwa pihak berwenang Mesir telah menaikkan biaya secara tajam di penyeberangan Taba, titik keluar utama bagi warga Israel yang meninggalkan negara Yahudi tersebut. Sementara itu, hotel-hotel di Sinai Selatan mengenakan tarif yang lebih tinggi untuk pengunjung Israel.

Baca Juga: Kabur dari Perang Iran, Kapal Induk Amerika USS Gerald R Ford Mogok Setahun, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

"Biaya penyeberangan untuk individu di perbatasan Taba telah mencapai USD120, dibandingkan dengan USD60 minggu lalu," tulis surat kabar tersebut dalam laporannya, menambahkan bahwa biaya penyeberangan kendaraan juga naik menjadi USD50, dari USD10 sebelum perang.

Laporan tersebut menyatakan kenaikan harga telah memicu frustrasi di kalangan warga Israel yang mencoba meninggalkan wilayah tersebut melalui Sinai, terutama karena perbatasan itu digunakan sebagai jalur transit keluar dari wilayah tersebut.

Hotel-hotel di daerah wisata, termasuk Sharm el-Sheikh, juga telah menaikkan harga, dengan surat kabar Israel melaporkan bahwa kenaikan tersebut tampaknya menargetkan pelanggan Israel secara khusus.

Tinjauan harga di platform pemesanan global menunjukkan perbedaan antara wisatawan Israel dan warga negara lain untuk layanan yang sama, menurut surat kabar tersebut.

"Harga di platform pemesanan internasional mengungkapkan perbedaan antara wisatawan Israel dan warga Eropa serta pengunjung dari Asia untuk layanan yang sama," imbuh laporan tersebut, yang menggarisbawahi tarif seringkali lebih tinggi untuk warga Israel, sebagaimana dikutip The New Arab, Selasa (31/3/2026).

Biaya menginap untuk dua orang di sebuah resor di Sharm mencapai sekitar USD721 untuk warga Israel, dibandingkan dengan USD672 untuk turis asing lainnya.

Di hotel Pickalbatros Aqua Blu, harga dilaporkan mencapai USD1.900 untuk warga Israel, sementara mereka yang memesan dari luar wilayah Palestina yang diduduki dapat menemukan harga serendah USD490.

Booking.com, yang menanggapi klaim tentang perbedaan harga, mengatakan harga akomodasi ditetapkan secara dinamis oleh pemilik properti dan bergantung pada faktor-faktor seperti musim dan permintaan.

"Harga akomodasi ditentukan secara dinamis oleh pemilik properti dan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti musim dan permintaan," kata platform tersebut.

Sumber-sumber Mesir mengatakan kepada surat kabar Israel bahwa kenaikan biaya penyeberangan dikaitkan dengan meningkatnya jumlah warga Israel yang menggunakan penyeberangan Taba hanya sebagai titik transit tanpa tinggal di Mesir.

Sumber-sumber tersebut mengatakan praktik ini menyebabkan kerugian dalam pendapatan pariwisata, mendorong pihak berwenang untuk menaikkan biaya.

Rute Sinai telah menjadi koridor penting bagi warga Israel yang ingin meninggalkan wilayah tersebut selama perang, terutama karena penerbangan dihentikan, dengan penyeberangan melalui Taba dan perjalanan selanjutnya melalui Sharm el-Sheikh menawarkan akses ke rute penerbangan internasional.

Sekitar 30.000 orang dilaporkan telah meninggalkan Israel melalui penyeberangan darat dengan Mesir dan Yordania selama kurang lebih 10 hari, menurut data pemerintah Israel, dengan ribuan lainnya terus keluar melalui Sinai karena perang mengganggu perjalanan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Biaya Pernikahan Jennifer...
Biaya Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Tembus Rp6 Miliar
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
Portugal Mentok, Ronaldo...
Portugal Mentok, Ronaldo Dicap Egois!
Berita Terkini
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Infografis
5 Negara yang Mengecam...
5 Negara yang Mengecam Serangan Israel ke Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved