Rusia Usir Diplomat Inggris karena Jadi Mata-mata
Selasa, 31 Maret 2026 - 10:08 WIB
loading...
A
A
A
Hubungan antara London dan Moskow, yang saat ini berada pada titik terendah karena perang Ukraina, telah tegang akibat tuduhan spionase selama beberapa dekade.
Pada tahun 2006, mantan perwira FSB yang membelot, Alexander Litvinenko, tewas di London. Menurut penyelidik Inggris, Litvinenko tewas setelah diracuni dengan polonium oleh dinas rahasia Rusia.
Pada tahun 2018, Inggris mengatakan agen ganda Rusia, Sergei Skripal, diracuni dengan agen saraf Novichok di kota katedral Inggris, Salisbury.
Seorang warga sipil tewas setelah memegang alat pengiriman, yaitu botol parfum bekas, yang memicu pengusiran diplomat Rusia terbesar di Barat dalam beberapa dekade terakhir yang diduga sebagai mata-mata.
Pada tahun 2006, mantan perwira FSB yang membelot, Alexander Litvinenko, tewas di London. Menurut penyelidik Inggris, Litvinenko tewas setelah diracuni dengan polonium oleh dinas rahasia Rusia.
Pada tahun 2018, Inggris mengatakan agen ganda Rusia, Sergei Skripal, diracuni dengan agen saraf Novichok di kota katedral Inggris, Salisbury.
Seorang warga sipil tewas setelah memegang alat pengiriman, yaitu botol parfum bekas, yang memicu pengusiran diplomat Rusia terbesar di Barat dalam beberapa dekade terakhir yang diduga sebagai mata-mata.
(mas)
Lihat Juga :