Profil Letkol Ebrahim Zolfaghari, Jubir Militer Iran yang Viral dalam Perang Melawan AS-Israel
Senin, 30 Maret 2026 - 14:09 WIB
loading...
Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, juru bicara militer Iran dalam perang melawan AS dan Israel. Foto/Tasnim News Agency
A
A
A
TEHERAN - Sosok Letnan Kolonel (Letkol) Ebrahim Zolfaghari telah viral sejak perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel pecah bulan lalu. Sang letkol dengan gaya komunikasi yang elegan dan ceplas-ceplos telah menjadi rujukan media-media internasional dalam mengimbangi perang narasi militer Amerika dan Zionis Israel untuk memengaruhi opini publik.
Zolfaghari telah menarik perhatian global setelah merilis pesan video tajam yang mengejek Presiden AS Donald Trump dan menolak klaim bahwa Teheran meminta gencatan senjata.
Baca Juga: Pasukan Iran Tak Sabar Menunggu Tentara AS Datang, lalu Membakar Mereka
Pernyataan-pernyataannya, termasuk kalimat viral “Hey Trump—you are fired [Hei Trump—Anda dipecat]!", telah menempatkannya di pusat pemberitaan internasional, menimbulkan rasa ingin tahu tentang perannya dalam komando militer Iran dan pengaruhnya dalam ketegangan yang sedang berlangsung dengan Washington-Tel Aviv.
"Hei Trump—Anda dipecat!...Anda familiar dengan kalimat ini,” kata Zolfaghari saat mengejek Trump baru-baru ini.
Zolfaghari juga telah muncul dalam video eksentrik di mana dia terlihat bersantai di jalan raya Iran sembari menenggak minuman dengan latar belakang rudal besar meluncur. Ini merupakan cara tak biasa dari militer Iran yang menggambarkan pihaknya begitu santai dalam perang melawan musuh-musuh bebuyutannya.
Secara resmi, Letkol Ebrahim Zolfaghari adalah juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, salah satu struktur komando militer terpenting di negara itu.
Markas tersebut mengoordinasikan operasi di antara berbagai cabang angkatan bersenjata Iran dan mememainkan peran penting dalam perencanaan masa perang serta strategi pertahanan nasional.
•Nama lengkap: Ebrahim Zolfaghari
•Kebangsaan: Iran
•Pangkat: Letnan Kolonel
•Jabatan: Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya
•Afiliasi: Struktur militer Republik Islam Iran, terkait erat dengan sistem pertahanan udara dan komando gabungan
•Bidang: Komunikasi militer, propaganda strategis, dan perang informasi
Di Iran, nama Zolfaghari mungkin tidak sepopuler para jenderal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Namun, kemunculannya telah mencuri perhatian dunia internasional karena perannya yang krusial, yakni menyampaikan pesan kekuatan, ancaman, dan legitimasi Iran kepada dunia.
Sejak perang pecah 28 Februari, Zolfaghari nyaris muncul saban hari di media-media Iran dengan gaya pidatonya yang khas. Sebagai juru bicara militer, dia memainkan fungsi ganda, yakni: mengontrol narasi perang, memberikan sinyal strategis kepada musuh, menjaga moral domestik, dan mempengaruhi opini internasional.
Pernyataannya sering kali bukan hanya informasi, tetapi juga bentuk deterrence (penangkalan psikologis).
Dalam video lainnya, Zolfaghari meningkatkan kritiknya dan mempertanyakan klaim diplomasi Washington.
“Apakah konflik internal Anda telah mencapai titik di mana Anda bernegosiasi dengan diri sendiri?” katanya, yang menegaskan penolakan atas klaim Trump bahwa pihak Iran yang meminta negosiasi untuk gencatan senjata.
Meningkatnya visibilitas Zolfaghari mencerminkan semakin pentingnya pesan publik dalam konflik modern. Pemerintah Iran kini bergantung pada juru bicara resmi militernya untuk memengaruhi opini publik, memproyeksikan kekuatan, dan menanggapi pernyataan musuh.
Zolfaghari telah menarik perhatian global setelah merilis pesan video tajam yang mengejek Presiden AS Donald Trump dan menolak klaim bahwa Teheran meminta gencatan senjata.
Baca Juga: Pasukan Iran Tak Sabar Menunggu Tentara AS Datang, lalu Membakar Mereka
Pernyataan-pernyataannya, termasuk kalimat viral “Hey Trump—you are fired [Hei Trump—Anda dipecat]!", telah menempatkannya di pusat pemberitaan internasional, menimbulkan rasa ingin tahu tentang perannya dalam komando militer Iran dan pengaruhnya dalam ketegangan yang sedang berlangsung dengan Washington-Tel Aviv.
"Hei Trump—Anda dipecat!...Anda familiar dengan kalimat ini,” kata Zolfaghari saat mengejek Trump baru-baru ini.
Zolfaghari juga telah muncul dalam video eksentrik di mana dia terlihat bersantai di jalan raya Iran sembari menenggak minuman dengan latar belakang rudal besar meluncur. Ini merupakan cara tak biasa dari militer Iran yang menggambarkan pihaknya begitu santai dalam perang melawan musuh-musuh bebuyutannya.
Profil Letkol Ebrahim Zolfaghari
Secara resmi, Letkol Ebrahim Zolfaghari adalah juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, salah satu struktur komando militer terpenting di negara itu.
Markas tersebut mengoordinasikan operasi di antara berbagai cabang angkatan bersenjata Iran dan mememainkan peran penting dalam perencanaan masa perang serta strategi pertahanan nasional.
•Nama lengkap: Ebrahim Zolfaghari
•Kebangsaan: Iran
•Pangkat: Letnan Kolonel
•Jabatan: Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya
•Afiliasi: Struktur militer Republik Islam Iran, terkait erat dengan sistem pertahanan udara dan komando gabungan
•Bidang: Komunikasi militer, propaganda strategis, dan perang informasi
Di Iran, nama Zolfaghari mungkin tidak sepopuler para jenderal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Namun, kemunculannya telah mencuri perhatian dunia internasional karena perannya yang krusial, yakni menyampaikan pesan kekuatan, ancaman, dan legitimasi Iran kepada dunia.
Sejak perang pecah 28 Februari, Zolfaghari nyaris muncul saban hari di media-media Iran dengan gaya pidatonya yang khas. Sebagai juru bicara militer, dia memainkan fungsi ganda, yakni: mengontrol narasi perang, memberikan sinyal strategis kepada musuh, menjaga moral domestik, dan mempengaruhi opini internasional.
Pernyataannya sering kali bukan hanya informasi, tetapi juga bentuk deterrence (penangkalan psikologis).
Dalam video lainnya, Zolfaghari meningkatkan kritiknya dan mempertanyakan klaim diplomasi Washington.
“Apakah konflik internal Anda telah mencapai titik di mana Anda bernegosiasi dengan diri sendiri?” katanya, yang menegaskan penolakan atas klaim Trump bahwa pihak Iran yang meminta negosiasi untuk gencatan senjata.
Meningkatnya visibilitas Zolfaghari mencerminkan semakin pentingnya pesan publik dalam konflik modern. Pemerintah Iran kini bergantung pada juru bicara resmi militernya untuk memengaruhi opini publik, memproyeksikan kekuatan, dan menanggapi pernyataan musuh.
(mas)
Lihat Juga :