Bantu Iran Melawan AS-Israel, Houthi Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb

Senin, 30 Maret 2026 - 09:30 WIB
loading...
Bantu Iran Melawan AS-Israel,...
Kelompok Houthi ancam tutup Selat Bab al-Mandeb untuk mendukung perang Iran melawan AS dan Israel. Foto/Anadolu
A A A
SANAA - Kelompok Houthi Yaman mengancam akan menutup Selat Bab al-Mandeb, jalur yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden. Ini sebagai upaya untuk membantu Iran dalam perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Houthi telah ikut bergabung dalam perang dengan menembakkan rudal ke Israel pada hari Sabtu. Ini merupakan serangan pertama Houthi sejak perang dimulai 28 Februari.

“Kami berkoordinasi bersama dengan saudara-saudara kami di Iran, Lebanon, dan Irak,” kata Mohammed Mansour, wakil menteri informasi dalam pemerintahan yang dikelola Houthi, kepada televisi Al-Araby.

Baca Juga: Gabung Perang Iran, Houthi Yaman Tembakkan Rudal ke Israel

Dia mengonfirmasi bahwa Houthi telah bergabung dalam perang. “Untuk memberikan dukungan kepada saudara-saudara kami di Iran yang sedang berjuang dalam pertempuran besar serta kelompok Hizbullah Lebanon," ujarnya.

Mansour mengatakan langkah Houthi untuk bergabung dalam perang bertujuan untuk meningkatkan tekanan pada Israel dan AS.

“Setiap langkah yang kami ambil diperhitungkan dengan cermat agar efektif dan untuk meningkatkan tekanan pada Israel dan AS,” katanya.

"Yaman memikul tanggung jawab moral, agama, dan kemanusiaan terhadap Iran, Hizbullah, dan Pasukan Mobilisasi Rakyat Irak,” kata pejabat Houthi tersebut, menggambarkan aliansi tersebut memiliki tujuan utama mendukung Palestina.

Mansour mengatakan kelompok Houthi memiliki banyak pilihan untuk memberikan tekanan pada Israel dan AS di tengah perang saat ini dengan Iran.

“Laut Merah, Teluk Aden, dan Bab al-Mandab akan menjadi beberapa opsi,” katanya.

Laut Merah adalah salah satu jalur laut yang paling sering digunakan di dunia untuk pengiriman minyak dan bahan bakar.

“Kami memiliki pengalaman luas dalam operasi Angkatan Laut dan darat, dan intervensi kami sebelumnya untuk mendukung Gaza adalah salah satu kejutan penting bagi dunia,” kata pejabat Houthi tersebut.

Kelompok Houthi sebelumnya telah melancarkan serangan rudal dan drone ke Israel dan jalur pelayaran Laut Merah sebagai tanggapan atas serangan mematikan Israel di Gaza, yang menewaskan lebih dari 72.000 orang sejak Oktober 2023.

Mengenai kemungkinan penutupan Selat Bab al-Mandeb yang strategis atau serangan terhadap kapal yang lewat, Mansour mengatakan: “Ini bergantung pada eskalasi Israel dan AS, dan persiapan Amerika untuk setiap pergerakan darat.”

“Kepemimpinan Yaman mengambil keputusan secara independen berdasarkan penilaian militer dan politik, dengan mempertimbangkan bahwa setiap langkah akan diperhitungkan dan efektif," paparnya, seperti dikutip dari Anadolu, Senin (30/3/2026).

Eskalasi regional terus meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang hingga saat ini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
KPK Telusuri Pembelian...
KPK Telusuri Pembelian Aset Fadia Arafiq saat Jabat Bupati Pekalongan
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
Berita Terkini
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved