Israel Larang Umat Kristen Rayakan Misa Minggu Palma di Yerusalem, Picu Kemarahan

Senin, 30 Maret 2026 - 08:41 WIB
loading...
A A A
Pemerintah Italia telah mengkritik keputusan polisi Israel yang melarang akses ke gereja, dan berencana untuk memanggil duta besar Israel di Roma.

Patriarkat Latin telah membatalkan prosesi Minggu Palma tradisional di Yerusalem.

"Dua pejabat senior Gereja, termasuk Kardinal Pierbattista Pizzaballa, dihentikan di tengah jalan, saat mereka berjalan secara pribadi dan tanpa ciri-ciri prosesi atau upacara, dan dipaksa untuk berbalik,” kata Patriarkat Latin.

"Mencegah masuknya mereka merupakan tindakan yang jelas-jelas tidak masuk akal dan sangat tidak proporsional,” imbuh dia.

Patriarkat Latin juga menuduh otoritas Israel mengambil keputusan yang tergesa-gesa dan pada dasarnya cacat, yang diwarnai oleh pertimbangan yang tidak tepat.

Kantor PM Netanyahu mengeklaim tidak ada niat jahat sama sekali dalam larangan tersebut, dan hanya kaerena kekhawatiran akan keselamatan para jemaat.

“Namun, mengingat kesucian minggu menjelang Paskah bagi umat Kristen di seluruh dunia, aparat keamanan Israel sedang menyusun rencana untuk memungkinkan para pemimpin gereja beribadah di tempat suci tersebut dalam beberapa hari mendatang,” imbuh kantor Netanyahu.

Polisi Israel mengatakan bahwa semua tempat suci di Kota Tua Yerusalem telah ditutup untuk para jemaat, terutama lokasi yang tidak memiliki ruang terlindungi standar, untuk menjaga keselamatan dan keamanan publik.

“Kota Tua dan tempat-tempat suci merupakan area kompleks yang tidak memungkinkan akses bagi kendaraan darurat dan penyelamatan besar,” kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Jumlah orang Yahudi yang diizinkan untuk berdoa di Tembok Barat di Yerusalem telah dibatasi hingga 50 orang per hari, sementara umat Muslim sepenuhnya dilarang mengakses Masjid al-Aqsa sejak perang dimulai pada akhir Februari, termasuk seluruh bulan suci Ramadan.

Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, seorang pendukung Israel yang terkenal, merilis pernyataan di X yang mengkritik keputusan Israel tersebut, menyebutnya sebagai “tindakan berlebihan yang disayangkan dan telah menimbulkan dampak besar di seluruh dunia.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved