7 Alasan Misi Perebutan Stok Nuklir Iran sebagai Misi Paling Berisiko dalam Sejarah Perang AS

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:25 WIB
loading...
A A A
Tiga belas tahun kemudian, pasukan Operasi Khusus AS melakukan upaya yang gagal untuk menangkap seorang panglima perang Somalia di pusat kota Mogadishu, yang berakhir dengan kematian 18 anggota pasukan khusus Angkatan Darat AS. Kegagalan yang kemudian dikenal sebagai Black Hawk Down, merupakan peristiwa yang sangat menyakitkan bagi generasi pejabat militer AS dan pembuat kebijakan keamanan nasional.

3. Pentingnya Kecepatan

Di antara banyak pelajaran yang dipetik dari bencana ini adalah bahwa kecepatan adalah kunci keberhasilan. Semakin cepat Anda mencapai target, mencapai tujuan di lapangan, dan keluar, semakin kecil kemungkinan terjadi kesalahan.

Banyak operasi militer AS yang paling sukses dilakukan dengan sangat cepat. Serangan tahun 2011 terhadap kompleks Osama Bin Laden di Pakistan hanya membutuhkan waktu sekitar 38 menit. Dalam operasi yang menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro pada bulan Januari, Pasukan Operasi Khusus berada di lapangan kurang dari satu jam.

Namun MacLean mengatakan bahwa mengamankan persediaan nuklir Iran dapat memakan waktu berjam-jam—dan mungkin berhari-hari.

"Ketika Anda bergerak cepat, musuh memiliki lebih sedikit waktu untuk mengatur diri, lebih sedikit waktu untuk merespons, sehingga bahaya bagi Anda lebih kecil," katanya.


4. Ada 2 atau Lebih Lokasi Penyimpanan

IAEA menyatakan bahwa persediaan nuklir Iran berada di dua atau mungkin tiga lokasi. Dan badan intelijen AS dan Israel secara khusus berfokus pada lokasi penyimpanan uranium yang diperkaya tersebut.

Uranium tersebut disimpan dalam wadah baja besar seukuran tangki propana rumah tangga. Karena terlalu besar untuk dibawa dalam ransel, wadah-wadah tersebut harus diangkut dengan truk. Setidaknya setengahnya berada jauh di bawah tanah di fasilitas Isfahan Iran, jauh di pedalaman Iran. Sisanya kemungkinan terletak di bawah fasilitas Natanz Iran, sekitar 70 mil dari Isfahan. Menurut IAEA, ada beberapa bukti bahwa Iran memindahkan sebagian uranium yang diperkaya ke lokasi yang dikenal sebagai Gunung Pickaxe, dekat Natanz. Untuk mengamankan seluruh persediaan nuklir Iran, pasukan AS harus melakukan beberapa misi, yang membuat seluruh operasi jauh lebih sulit secara logistik.

Kontingen militer utama AS akan terdiri dari unit-unit khusus Delta Force yang terlatih dalam "menetralisir" bahan nuklir. Rudal-rudal tersebut kemungkinan akan diterbangkan dari kapal-kapal Angkatan Laut AS di Laut Arab, hampir 1.000 mil jauhnya dari target. Kemungkinan lain adalah meluncurkannya dari Kuwait atau Irak bagian timur, jarak yang jauh lebih pendek.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved