7 Alasan Misi Perebutan Stok Nuklir Iran sebagai Misi Paling Berisiko dalam Sejarah Perang AS

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:25 WIB
loading...
A A A
Untuk menjaga kerahasiaan dan unsur kejutan, jadi, para operator mungkin membuat tempat persiapan beberapa mil dari sasaran mereka, yang mungkin termasuk membangun landasan pendaratan darurat. Para komando, ahli teknis, dan lainnya kemudian akan berjalan kaki menuju sasaran.

5. Butuh 1.000 Pasukan Khusus

Melakukan operasi seperti ini di tengah zona perang akan membutuhkan perlindungan pasukan yang ekstensif untuk anggota militer AS.

Sebanyak 1.000 pasukan mungkin diperlukan untuk mengamankan perimeter di sekitar lokasi sasaran. Ini sering kali merupakan tugas dari Pasukan Ranger Angkatan Darat AS. Tetapi untuk misi yang sangat khusus seperti ini, militer mungkin juga mengandalkan Divisi Lintas Udara ke-82. Beberapa elemen dari Divisi ke-82 telah mulai bergerak ke Timur Tengah, memicu spekulasi bahwa mereka mungkin sedang mempersiapkan operasi untuk merebut persediaan nuklir Iran.

Militer juga harus melindungi diri dari kemungkinan serangan drone dan rudal Iran. Sebagai permulaan, mereka perlu membangun supremasi udara, tetapi di luar itu, mereka juga perlu menyusun pertahanan berlapis untuk melindungi diri dari proyektil dan ancaman udara lainnya dari Iran. Itu bisa mencakup drone pencegat kecil yang diluncurkan dari darat, serta peperangan elektronik untuk mengganggu sinyal drone yang datang. Salah satu kemungkinan di luar dugaan yang mengkhawatirkan para perencana perang, kata MacLean, adalah rezim Iran akan menembakkan rudal balistik untuk membunuh sebanyak mungkin warga Amerika—bahkan dengan mengorbankan infrastruktur nuklir mereka sendiri.

6. Menembus Terowongan

Setelah perimeter diamankan, pasukan komando akan mencoba menembus terowongan yang diperkuat yang mengarah ke tumpukan uranium. Ini bisa menjadi salah satu upaya yang paling menantang dan memakan waktu dalam misi tersebut.

Banyak terowongan runtuh akibat serangan udara presisi besar-besaran AS pada Juni lalu. Citra satelit menunjukkan bahwa Iran kemudian menerobos reruntuhan untuk membuka pintu masuk terowongan, mungkin untuk mendapatkan akses ke material nuklir. Namun menurut Joseph Rodgers, wakil direktur dan peneliti, Proyek Isu Nuklir di Pusat Studi Strategis dan Internasional, gambar satelit terbaru menunjukkan bahwa Iran telah menutup pintu masuk dengan berton-ton tanah dan kemungkinan beton untuk bertahan melawan operasi darat AS atau Israel.

Untuk menembus terowongan, pasukan komando AS akan membutuhkan peralatan berat untuk penggalian tanah serta "tim penjinak bahan peledak untuk masuk dan menghancurkan pintu masuk terowongan dan membuat jalur menuju fasilitas tersebut," menurut Rodgers.

7. Banyak Jebakan dan Risiko Lainnya

Setelah mereka berhasil masuk, tantangannya berlipat ganda.

Salah satu kekhawatiran — dan harapan — adalah bahwa Iran telah memasang jebakan secara ekstensif di lokasi tersebut dengan ranjau, bahan peledak yang diaktifkan oleh kawat pemicu, dan IED (Improvised Explosive Device). Tim penjinak bahan peledak harus mengidentifikasi dan menetralisir ancaman tersebut.

Yang lainnya adalah bahaya kontaminasi dari bahan fisil. "Orang-orang harus mengenakan pakaian pelindung pernapasan, peralatan pelindung radioaktif, dan peralatan pelindung kimia," kata Rodgers.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Iran Tak Punya Keberuntungan,...
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
Kapten Mehdi Taremi:...
Kapten Mehdi Taremi: FIFA Tak Adil, Iran Sendirian dan Tidak Ada yang Membantu Kami
Berita Terkini
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved