Militer Israel Nyaris Runtuh karena Perang Multi-Front, Jenderal Tertinggi Zionis Kibarkan 10 Bendera Merah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:15 WIB
loading...
Militer Israel Nyaris...
Panglima Militer Zionis Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir memperingatkan militer Israel nyaris runtuh karena perang multi-front. Foto/IDF
A A A
TEL AVIV - Jenderal tertinggi Zionis Israel, Eyal Zamir, telah memperingatkan bahwa militer sedang mendekati "keruntuhan dari dalam" di tengah meningkatnya tekanan dari perang yang sedang berlangsung di berbagai front, termasuk melawan Iran dan Hizbullah.

Berbicara selama pertemuan Kabinet Keamanan, kepala militer Israel atau IDF tersebut mengatakan bahwa militer menghadapi krisis internal yang semakin dalam, khususnya terkait dengan kekurangan personel yang parah.

Baca Juga: Pro-Zionis, Jenderal Tertinggi Uganda Sesumbar Gabung Perang Jika Israel Dikalahkan Iran

Mengutip laporan dari surat kabar Yedioth Ahronoth, Sabtu (28/3/2025), Zamir memperingatkan bahwa pasukan cadangan tidak akan mampu bertahan. Dia mengkritik pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu karena gagal mengatasi masalah struktural seperti wajib militer bagi Yahudi ultra-Ortodoks (Haredi), amandemen Undang-Undang Cadangan, dan perpanjangan masa wajib militer.

"Saya mengangkat 10 bendera merah," keluh Zamir, menggarisbawahi keseriusan situasi tersebut.

Dia mencatat bahwa militer Israel saat ini beroperasi di berbagai front aktif, termasuk Jalur Gaza, Lebanon, Suriah, dan Tepi Barat, sementara kebutuhan pasukan terus meningkat.

Zamir juga memperingatkan bahwa intensifikasi kekerasan di Tepi Barat telah memaksa pasukan pendudukan Israel untuk mengerahkan unit tambahan di sana, yang semakin memperberat beban personel yang sudah kewalahan.

Dia menekankan bahwa pemerintah belum mengesahkan undang-undang penting yang dibutuhkan untuk meredakan krisis, sehingga memperburuk beban pasukan yang ada.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Serukan Bangun Permukiman Yahudi di Gaza
Rekomendasi
Mensesneg Ungkap Anggaran...
Mensesneg Ungkap Anggaran MBG Berpotensi Turun usai Validasi Data
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved