Iran Kendalikan Penuh Wilayah Udara Saat Serangan Meluas ke Israel dan Target AS

Jum'at, 27 Maret 2026 - 22:05 WIB
loading...
Iran Kendalikan Penuh...
Serangan rudal Iran menghancurkan wilayah Israel. Foto/anadolu
A A A
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pada hari Jumat (27/3/2026) peluncuran Gelombang 83 Operasi Janji Sejati 4, yang digambarkan sebagai serangan terkoordinasi yang melibatkan rudal jarak jauh dan menengah serta drone serang satu arah. Menurut IRGC, serangan tersebut menargetkan fasilitas penyimpanan minyak Israel dan posisi militer di Asdod, serta unit tentara Israel yang ditempatkan di permukiman.

Operasi ini juga meluas ke infrastruktur yang terkait dengan Amerika Serikat (AS) di seluruh wilayah, termasuk pangkalan di Al Dhafra dan Al-Udeid, pusat pertukaran intelijen militer AS, dan beberapa lokasi logistik dan operasional seperti depot bahan bakar, fasilitas perawatan pesawat, dan infrastruktur sistem Patriot di pangkalan Sheikh Isa dan Ali Al-Salem.

Pada saat yang sama, negara-negara Teluk melaporkan dampak langsung dan meningkatkan kewaspadaan keamanan.

Di Kuwait, pihak berwenang mengkonfirmasi serangan drone menghantam Pelabuhan Shuwaikh, menyebabkan kerusakan material tanpa korban jiwa dan mendorong aktivasi prosedur darurat.

Bahrain mengeluarkan peringatan darurat dan melaporkan telah mencegat sejumlah besar proyektil yang datang, sementara Arab Saudi dan UEA mengumumkan pencegatan drone dan rudal balistik yang menargetkan wilayah-wilayah penting.

Di Qatar, pihak berwenang kemudian menyatakan situasi telah stabil setelah peringatan sebelumnya.

Para pejabat Iran mengatakan operasi tersebut merupakan "kesuksesan total," menekankan ketepatan dan skala serangan sebagai bagian dari kampanye yang lebih luas terhadap target yang terkait dengan Israel dan AS.

IRGC Kendalikan Penuh Wilayah Udara


Seiring dengan perluasan serangan, para pejabat militer senior Iran mengatakan keseimbangan kekuatan telah bergeser, menegaskan pasukan Iran sekarang mengendalikan wilayah udara wilayah pendudukan.

Brigadir Jenderal Reza Mahdian, penasihat panglima tertinggi IRGC, mengatakan wilayah udara musuh sekarang "sepenuhnya berada di bawah kendali" angkatan bersenjata Iran, menambahkan situasi saat ini mencerminkan dampak kumulatif dari operasi Iran yang berkelanjutan.

Ia mengatakan apa yang sebelumnya dipresentasikan sebagai keunggulan strategis oleh musuh-musuh Iran telah berubah menjadi kegagalan strategis, dengan alasan serangan berkelanjutan terhadap sistem pertahanan udara dan infrastruktur radar telah mengubah lingkungan operasional.

Pernyataan serupa juga disampaikan Komandan Angkatan Udara IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi, yang sebelumnya menyatakan Iran telah mencapai "pengendalian rudal atas wilayah udara di wilayah pendudukan."

Para pejabat Iran telah membingkai perkembangan ini sebagai bukti pergeseran yang lebih luas dalam konfrontasi, menghubungkan klaim pengendalian wilayah udara dengan serangan berkelanjutan terhadap infrastruktur militer di berbagai front.

Baca juga: Iran Tingkatkan Ekspor Minyak Jadi 1,5 Juta Barel Per Hari Meskipun Perang Berlangsung
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Berita Terkini
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved