Trump Klaim AS Bicara dengan Orang Tepat di Iran, Sebut Teheran Sangat Ingin Kesepakatan
Rabu, 25 Maret 2026 - 07:15 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengklaim Amerika Serikat (AS) sedang melakukan pembicaraan dengan "orang yang tepat" di Iran. Dia menambahkan Iran "sangat" menginginkan kesepakatan.
"Para pemimpin [Iran] semuanya telah pergi. Tidak ada yang tahu harus berbicara dengan siapa. Tetapi kami sebenarnya sedang berbicara dengan orang yang tepat, dan mereka sangat ingin membuat kesepakatan ... dan kita akan lihat apa yang terjadi," ujar Trump dari Gedung Putih.
Trump juga menyebutkan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance adalah bagian dari tim negosiasi Amerika dengan Iran.
“Kami sedang dalam negosiasi sekarang, mereka melakukannya bersama Marco, JD, kami memiliki sejumlah orang yang melakukannya,” kata Trump selama upacara pengambilan sumpah Markwayne Mullin sebagai sekretaris baru Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).
Trump lebih lanjut menyoroti Teheran telah setuju bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.
Awal pekan ini, Trump mengumumkan ia menunda serangan terhadap pembangkit listrik Iran setidaknya selama lima hari, dan mengklaim negosiasi untuk mengakhiri perang sedang berlangsung.
Sementara itu, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengatakan negaranya tidak termasuk dalam pembicaraan yang diduga akan diadakan antara AS dan Iran akhir pekan ini.
Danon mengatakan kepada wartawan PBB hari ini bahwa AS, bersama dengan Israel, terus menyerang "target militer di Iran, dan kami akan terus melakukannya."
Serangan pertama yang diluncurkan kedua sekutu tersebut terhadap Iran telah "mencapai banyak hal," katanya, tetapi tidak semuanya.
Danon menambahkan Israel bertekad memastikan Iran tidak memiliki kemampuan untuk senjata nuklir atau rudal balistik.
Utusan tersebut selanjutnya menuduh otoritas Iran mengatakan beberapa pekan sebelumnya bahwa Iran tidak memiliki rudal jarak menengah – kemudian dituding menembakkan rudal sejauh 4.000 kilometer ke arah pulau Diego Garcia yang menjadi lokasi pangkalan militer AS/Inggris yang penting.
Iran membantah telah melakukan serangan di lokasi terpencil di Samudra Hindia tersebut kemarin.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada hari Minggu mengatakan aliansi tersebut tidak dapat mengkonfirmasi klaim Israel bahwa proyektil yang digunakan adalah rudal balistik antarbenua Iran.
Baca juga: Israel akan Duduki Lebanon Selatan, Hizbullah Bertekad Lawan Agresi
"Para pemimpin [Iran] semuanya telah pergi. Tidak ada yang tahu harus berbicara dengan siapa. Tetapi kami sebenarnya sedang berbicara dengan orang yang tepat, dan mereka sangat ingin membuat kesepakatan ... dan kita akan lihat apa yang terjadi," ujar Trump dari Gedung Putih.
Trump juga menyebutkan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance adalah bagian dari tim negosiasi Amerika dengan Iran.
“Kami sedang dalam negosiasi sekarang, mereka melakukannya bersama Marco, JD, kami memiliki sejumlah orang yang melakukannya,” kata Trump selama upacara pengambilan sumpah Markwayne Mullin sebagai sekretaris baru Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).
Trump lebih lanjut menyoroti Teheran telah setuju bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.
Awal pekan ini, Trump mengumumkan ia menunda serangan terhadap pembangkit listrik Iran setidaknya selama lima hari, dan mengklaim negosiasi untuk mengakhiri perang sedang berlangsung.
Sementara itu, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengatakan negaranya tidak termasuk dalam pembicaraan yang diduga akan diadakan antara AS dan Iran akhir pekan ini.
Danon mengatakan kepada wartawan PBB hari ini bahwa AS, bersama dengan Israel, terus menyerang "target militer di Iran, dan kami akan terus melakukannya."
Serangan pertama yang diluncurkan kedua sekutu tersebut terhadap Iran telah "mencapai banyak hal," katanya, tetapi tidak semuanya.
Danon menambahkan Israel bertekad memastikan Iran tidak memiliki kemampuan untuk senjata nuklir atau rudal balistik.
Utusan tersebut selanjutnya menuduh otoritas Iran mengatakan beberapa pekan sebelumnya bahwa Iran tidak memiliki rudal jarak menengah – kemudian dituding menembakkan rudal sejauh 4.000 kilometer ke arah pulau Diego Garcia yang menjadi lokasi pangkalan militer AS/Inggris yang penting.
Iran membantah telah melakukan serangan di lokasi terpencil di Samudra Hindia tersebut kemarin.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada hari Minggu mengatakan aliansi tersebut tidak dapat mengkonfirmasi klaim Israel bahwa proyektil yang digunakan adalah rudal balistik antarbenua Iran.
Baca juga: Israel akan Duduki Lebanon Selatan, Hizbullah Bertekad Lawan Agresi
(sya)
Lihat Juga :