Israel akan Duduki Lebanon Selatan, Hizbullah Bertekad Lawan Agresi

Rabu, 25 Maret 2026 - 06:32 WIB
loading...
Israel akan Duduki Lebanon...
Asap mengepul setelah serangan udara Israel menargetkan Jembatan Qasmiyeh, salah satu titik transit utama yang menghubungkan bagian selatan dan utara negara itu, yang menghubungkan kota Tyre di Lebanon selatan dengan Sidon, pada 22 Maret 2026. Foto/anadol
A A A
TEL AVIV - Militer Israel akan menduduki sebagian wilayah Lebanon selatan untuk mengatasi keberadaan pejuang Hizbullah di daerah tersebut. Menurut Menteri Pertahanan Israel Katz, upaya ini akan melibatkan pengungsian ratusan ribu orang dan penghancuran infrastruktur sipil.

Israel memulai kampanye militer melawan Hizbullah pada awal Maret setelah pejuang yang berbasis di Lebanon tersebut melancarkan serangkaian serangan terhadap negara Yahudi itu.

Serangan Hizbullah tersebut merupakan pembalasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam kampanye gabungan AS-Israel melawan Iran yang diluncurkan pada 28 Februari.

Menurut Katz, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan “mengendalikan jembatan yang tersisa dan zona keamanan hingga Litani” – sungai yang berjarak 30 hingga 40 kilometer di utara perbatasan selatan Lebanon dengan Israel.

“Ratusan ribu penduduk Lebanon selatan yang mengungsi ke utara tidak akan kembali ke selatan Sungai Litani sampai keamanan bagi penduduk di utara terjamin,” ujar menteri tersebut pada hari Selasa selama pertemuan dengan para petinggi militer.

Dia menambahkan, “Prinsipnya jelas: Di mana ada teror dan rudal, di situ tidak akan ada rumah dan penduduk, dan IDF akan berada di dalam.”

Semua bangunan di dekat perbatasan Israel akan dibersihkan dan dihancurkan, kata menteri tersebut, membandingkan taktik Israel di Lebanon selatan dengan taktik yang digunakan di Gaza selama konflik baru-baru ini antara Israel dan pejuang Hamas.

Pengumuman Katz datang hanya sehari setelah anggota kabinet lainnya, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich menyerukan aneksasi penuh Lebanon selatan hingga Sungai Litani.

Hezbollah menggambarkan rencana Israel sebagai ancaman “eksistensial” dan mengatakan mereka “tidak punya pilihan” selain melawan “agresi ini.”

Lebanon mengatakan pihaknya mengharapkan negara-negara asing untuk menekan Israel agar menghentikan kampanyenya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron baru-baru ini mengutuk serangan Israel dengan menyebutnya “tidak dapat diterima” dan berpendapat pendekatan serupa tidak efektif di masa lalu.

Israel telah melancarkan kampanye militer terhadap Hezbollah dalam berbagai kesempatan sejak tahun 1978 dan menduduki Lebanon selatan antara tahun 1982 dan 2000.

Baca juga: Komandan Top AS Kirim Pesan Penting kepada Rakyat Iran: Tetaplah di Dalam Rumah untuk Saat Ini!
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
AS Rilis Paspor Edisi...
AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya
Rekomendasi
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Kehadiran Meghan Markle...
Kehadiran Meghan Markle Jadi Penentu Rekonsiliasi Pangeran Harry dan Raja Charles
Berita Terkini
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved