Media AS: Arab Saudi dan UEA Makin Dekat untuk Gabung dalam Perang Melawan Iran
Selasa, 24 Maret 2026 - 13:28 WIB
loading...
Media Amerika Serikat mengeklaim Arab Saudi dan Uni Emirat Arab semakin dekat untuk bergabung dalam perang melawan Iran. Foto/SPA
A
A
A
RIYADH - Surat kabar The Wall Street Journal (WSJ) yang berbasis di Amerika Serikat (AS) dalam laporannya mengeklaim bahwa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) telah mengambil langkah-langkah untuk bergabung dalam perang melawan Iran. Jika dikonfirmasi kedua negara Arab tersebut, ini akan menandai peningkatan pertempuran.
Laporan WSJ, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, pada Selasa (24/3/2026), menyebutkan bahwa Arab Saudi setuju untuk memberikan akses militer AS ke Pangkalan Udara King Fahd—sebuah perubahan sikap setelah mengatakan pangkalan-pangkalan kerajaan tidak dapat digunakan untuk menyerang rival lama Riyadh.
Baca Juga: Israel Playing Victim! Serang Iran Duluan, Begitu Dibalas Merasa Jadi Korban
Surat kabar itu juga mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut yang mengatakan bahwa Uni Emirat Arab menutup rumah sakit dan kelab milik Iran—melemahkan sumber dukungan utama bagi Teheran.
Di sisi lain, menurut WSJ, sebuah video tampaknya menunjukkan bahwa beberapa rudal digunakan dalam serangan terhadap Iran diluncurkan dari negara Teluk lainnya, yakni Bahrain. Militer AS menolak untuk mengatakan apakah mereka mendapatkan bantuan dari negara-negara di kawasan itu dalam serangannya terhadap Teheran.
Langkah-langkah yang dilaporkan oleh mitra Teluk Washington menunjukkan bahwa mereka semakin frustrasi dengan Iran, yang telah menanggapi serangan AS dan Israel dengan menyerang target di beberapa negara tetangga. Serangan Israel pekan lalu terhadap ladang gas Iran memicu serangan balasan oleh Iran terhadap aset energi di seluruh Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump mengecam Israel, yang kemudian mengatakan tidak akan lagi menargetkan infrastruktur energi.
Laporan WSJ menyusul pengumuman Trump pada hari Senin bahwa dia menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari, setelah apa yang disebutnya "percakapan produktif" dengan negara Islam tersebut. Trump belum memberikan detail apa pun tentang peserta dalam pembicaraan atau parameter kesepakatan.
Media AS lainnya, Axios, melaporkan pada hari Senin bahwa utusan Trump; Steve Witkoff, sedang bernegosiasi dengan Mohammad-Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran. Namun, Ghalibaf dalam sebuah unggahan di X mengatakan bahwa belum ada negosiasi yang dilakukan dengan AS.
Stasiun televisi pemerintah Iran mengatakan AS telah mencoba bernegosiasi dengan Iran melalui perantara dalam beberapa hari terakhir, tetapi pemerintah Teheran belum menanggapi permintaan tersebut.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Arab Saudi sebelumnya mengumumkan pencegatan dan penghancuran setidaknya 24 drone di Provinsi Timur Kerajaan tanpa merinci asal-usul puluhan drone tersebut.
Kementerian juga mengatakan tiga rudal balistik diluncurkan ke arah Provinsi Riyadh. Satu dicegat, sementara dua lainnya jatuh di daerah tak berpenghuni.
Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Pada hari Sabtu, Arab Saudi menyatakan beberapa anggota staf kedutaan Iran sebagai persona non-grata, memerintahkan mereka untuk meninggalkan Kerajaan dalam waktu 24 jam.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang menewaskan pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, dan memicu perang di Timur Tengah. Teheran kemudian merespons dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal di seluruh wilayah tersebut, termasuk serangan terhadap negara-negara Teluk tetangga.
Menurut perhitungan Al Arabiya English, Iran telah meluncurkan lebih banyak rudal dan pesawat tak berawak ke negara-negara Teluk daripada ke Israel sejak perang dimulai, dengan sekitar 85 persen serangannya menargetkan negara-negara Teluk dibandingkan dengan sekitar 15 persen yang ditujukan ke Israel.
Laporan WSJ, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, pada Selasa (24/3/2026), menyebutkan bahwa Arab Saudi setuju untuk memberikan akses militer AS ke Pangkalan Udara King Fahd—sebuah perubahan sikap setelah mengatakan pangkalan-pangkalan kerajaan tidak dapat digunakan untuk menyerang rival lama Riyadh.
Baca Juga: Israel Playing Victim! Serang Iran Duluan, Begitu Dibalas Merasa Jadi Korban
Surat kabar itu juga mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut yang mengatakan bahwa Uni Emirat Arab menutup rumah sakit dan kelab milik Iran—melemahkan sumber dukungan utama bagi Teheran.
Di sisi lain, menurut WSJ, sebuah video tampaknya menunjukkan bahwa beberapa rudal digunakan dalam serangan terhadap Iran diluncurkan dari negara Teluk lainnya, yakni Bahrain. Militer AS menolak untuk mengatakan apakah mereka mendapatkan bantuan dari negara-negara di kawasan itu dalam serangannya terhadap Teheran.
Langkah-langkah yang dilaporkan oleh mitra Teluk Washington menunjukkan bahwa mereka semakin frustrasi dengan Iran, yang telah menanggapi serangan AS dan Israel dengan menyerang target di beberapa negara tetangga. Serangan Israel pekan lalu terhadap ladang gas Iran memicu serangan balasan oleh Iran terhadap aset energi di seluruh Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump mengecam Israel, yang kemudian mengatakan tidak akan lagi menargetkan infrastruktur energi.
Laporan WSJ menyusul pengumuman Trump pada hari Senin bahwa dia menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari, setelah apa yang disebutnya "percakapan produktif" dengan negara Islam tersebut. Trump belum memberikan detail apa pun tentang peserta dalam pembicaraan atau parameter kesepakatan.
Media AS lainnya, Axios, melaporkan pada hari Senin bahwa utusan Trump; Steve Witkoff, sedang bernegosiasi dengan Mohammad-Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran. Namun, Ghalibaf dalam sebuah unggahan di X mengatakan bahwa belum ada negosiasi yang dilakukan dengan AS.
Stasiun televisi pemerintah Iran mengatakan AS telah mencoba bernegosiasi dengan Iran melalui perantara dalam beberapa hari terakhir, tetapi pemerintah Teheran belum menanggapi permintaan tersebut.
Arab Saudi Tembak Jatuh 24 Drone
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Arab Saudi sebelumnya mengumumkan pencegatan dan penghancuran setidaknya 24 drone di Provinsi Timur Kerajaan tanpa merinci asal-usul puluhan drone tersebut.
Kementerian juga mengatakan tiga rudal balistik diluncurkan ke arah Provinsi Riyadh. Satu dicegat, sementara dua lainnya jatuh di daerah tak berpenghuni.
Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Pada hari Sabtu, Arab Saudi menyatakan beberapa anggota staf kedutaan Iran sebagai persona non-grata, memerintahkan mereka untuk meninggalkan Kerajaan dalam waktu 24 jam.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang menewaskan pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, dan memicu perang di Timur Tengah. Teheran kemudian merespons dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal di seluruh wilayah tersebut, termasuk serangan terhadap negara-negara Teluk tetangga.
Menurut perhitungan Al Arabiya English, Iran telah meluncurkan lebih banyak rudal dan pesawat tak berawak ke negara-negara Teluk daripada ke Israel sejak perang dimulai, dengan sekitar 85 persen serangannya menargetkan negara-negara Teluk dibandingkan dengan sekitar 15 persen yang ditujukan ke Israel.
(mas)
Lihat Juga :