Israel Akui 2 Rudal Iran Tembus Sistem Pertahanan Canggih David's Sling, Hantam Parah Dimona dan Arad

Selasa, 24 Maret 2026 - 06:07 WIB
loading...
A A A
Meskipun awalnya tidak dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak jauh, sistem pertahanan David's Sling pertama kali digunakan melawan rudal balistik Iran selama perang Juni 2025, berhasil menembak jatuh beberapa proyektil yang diluncurkan dari jarak 1.500 kilometer (932 mil).

David's Sling juga telah digunakan dalam perang saat ini, menembak jatuh sejumlah rudal Iran. Ini terjadi setelah Kementerian Pertahanan Israel mengatakan pada awal Februari bahwa mereka telah menyelesaikan serangkaian uji coba "kompleks" dengan David's Sling yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman di masa depan.

Israel mengoperasikan sistem pertahanan rudal berlapis, dengan Arrow 3 saat ini merupakan sistem pertahanan rudal jarak jauh tercanggih rezim Zionis, yang dimaksudkan untuk mencegat rudal balistik—seperti yang ditembakkan dari Iran—saat masih berada di luar atmosfer Bumi.

Penggunaan sistem jarak menengah sebagai pengganti Arrow 3 untuk menembak jatuh rudal balistik Iran diyakini sebagai bagian dari upaya IDF untuk menghemat persediaan pencegat jarak jauh Israel yang mahal.

Meskipun setiap rudal pencegat David’s Sling berharga sekitar USD1 juta untuk digunakan, sistem Arrow 3 dapat menelan biaya lebih dari USD2,5 juta per penggunaan bagi Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Turki Catat 62 Tendangan...
Turki Catat 62 Tendangan Tanpa Gol dalam 180 Menit di Piala Dunia 2026
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved