Punya Senjata Canggih dan Taktik Baru, Doktrin Militer Iran Berubah dari Defensif ke Ofensif
Senin, 23 Maret 2026 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
Yang perlu diperhatikan, pangkalan AS Malek Sultan, Armada Kelima, dan tempat persembunyian teroris Komala dihantam menggunakan kombinasi rudal Emad, Fateh, Qiyam, dan drone serang.
Pusat-pusat militer dan keamanan penting di kota-kota Israel termasuk Tel Aviv, Petah Tikva, Holon, dan Ramat Gan juga dihancurkan oleh rentetan rudal berat Qadr, Khyber Shekan, dan Khorramshahr 4.
Para analis militer mengatakan bahwa kebingungan strategis dalam jaringan komando CENTCOM, runtuhnya aparat pertahanan Amerika-Zionis, dan gangguan yang lebih luas terhadap sistem pendukung senjata Amerika yang vital bagi strategi mereka di Asia Barat telah mengubah persamaan perang yang menguntungkan Iran.
Kemarahan dan keputusasaan para penghasut perang Amerika dan Zionis dapat diprediksi, dan peringatan telah diberikan sebelumnya tentang rawa perang bagi Amerika Serikat dan rezim Zionis, serta konflik regional yang lebih luas dan lebih sulit diatasi, kata mereka.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan perang tanpa provokasi terhadap Iran, membunuh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei serta beberapa komandan militer tinggi.
Iran segera mulai membalas agresi tersebut dengan melancarkan serangan rudal dan drone terhadap wilayah yang diduduki Israel serta pangkalan-pangkalan AS di negara-negara regional.
Pusat-pusat militer dan keamanan penting di kota-kota Israel termasuk Tel Aviv, Petah Tikva, Holon, dan Ramat Gan juga dihancurkan oleh rentetan rudal berat Qadr, Khyber Shekan, dan Khorramshahr 4.
Para analis militer mengatakan bahwa kebingungan strategis dalam jaringan komando CENTCOM, runtuhnya aparat pertahanan Amerika-Zionis, dan gangguan yang lebih luas terhadap sistem pendukung senjata Amerika yang vital bagi strategi mereka di Asia Barat telah mengubah persamaan perang yang menguntungkan Iran.
Kemarahan dan keputusasaan para penghasut perang Amerika dan Zionis dapat diprediksi, dan peringatan telah diberikan sebelumnya tentang rawa perang bagi Amerika Serikat dan rezim Zionis, serta konflik regional yang lebih luas dan lebih sulit diatasi, kata mereka.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan perang tanpa provokasi terhadap Iran, membunuh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei serta beberapa komandan militer tinggi.
Iran segera mulai membalas agresi tersebut dengan melancarkan serangan rudal dan drone terhadap wilayah yang diduduki Israel serta pangkalan-pangkalan AS di negara-negara regional.
(ahm)
Lihat Juga :