Punya Senjata Canggih dan Taktik Baru, Doktrin Militer Iran Berubah dari Defensif ke Ofensif

Senin, 23 Maret 2026 - 10:30 WIB
loading...
Punya Senjata Canggih...
Punya senjata canggih dan taktik baru, doktrin militer Iran berubah dari defensi ke ofensif. Foto/X
A A A
TEHERAN - Seorang komandan senior Iran Khatam al-Anbiya mengatakan doktrin militer Republik Islam bergeser dari posisi defensif ke ofensif, karena angkatan bersenjata memperkenalkan persenjataan yang lebih canggih dan taktik baru dalam serangan balasan tanpa henti yang menargetkan kepentingan AS dan Israel.

Dalam sebuah pesan pada hari Minggu, Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando operasional tertinggi Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi mengumumkan bahwa pergeseran strategi militer negara itu bertujuan untuk mengganggu perhitungan musuh dengan pengerahan persenjataan canggih baru.

Menurut Jenderal Abdollahi, perubahan ini bukan sekadar teori, tetapi mencakup perombakan komprehensif taktik medan perang untuk menyesuaikan dengan strategi ofensif baru.

Ia juga menekankan bahwa angkatan bersenjata semakin memanfaatkan bakat para ilmuwan muda yang termotivasi dan bekerja tanpa lelah untuk mengembangkan peralatan dan persenjataan mutakhir. Komandan tersebut juga mencatat bahwa potensi dampak dari kemajuan ini tidak luput dari perhatian musuh.

“Musuh-musuh kriminal Iran telah memahami beberapa aspeknya di medan perang,” katanya dilansir Press TV. Dia mencatat bahwa kemampuan militer baru tersebut telah memengaruhi operasi dan perencanaan strategis musuh.

Abdollahi lebih lanjut menegaskan bahwa periode transformasi ini hanyalah permulaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Kisah Inspiratif Nasabah...
Kisah Inspiratif Nasabah PNM Warnai Grand Final Pro Futsal League 2026
Berita Terkini
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Infografis
Donald Trump Pertimbangkan...
Donald Trump Pertimbangkan Opsi Serangan Militer Langsung ke Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved