AI Ubah Cara Perang Iran Melawan Israel dan AS, Ini 5 Faktanya

Sabtu, 21 Maret 2026 - 19:15 WIB
loading...
AI Ubah Cara Perang...
AI ubah cara perang Iran melawan Israel dan AS. Foto/X/@CVN_72
A A A
TEHERAN - Ketika serangan udara pertama AS dan Israel menghantam Iran pada 28 Februari, serangan tersebut datang dengan intensitas dan presisi yang menandai sesuatu yang benar-benar baru dalam sejarah konflik bersenjata.

Ini bukanlah perang konvensional; sejak awal, kecerdasan buatan tertanam di setiap tingkat operasi, termasuk perencanaan, analisis intelijen, pemilihan target, dan pertahanan siber.

Dalam 12 jam pertama saja, diperkirakan 900 serangan menghantam target di Iran, termasuk rudal Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

AI Ubah Cara Perang Iran Melawan Israel dan AS, Ini 5 Faktanya

1. Perang Modern yang Menggunakan Sistem AI sebagai Hal Utama

Analis dan peneliti militer mengatakan ini adalah salah satu konflik modern pertama di mana sistem AI memainkan peran sentral, bukan peran pendukung.

"Apa yang kita lihat hari ini hanyalah permulaan," kata Dr. Ali Mahdi, seorang peneliti di Universitas Teknologi Amir Kabir di Teheran, kepada The New Arab.

"Perang di masa depan akan lebih bergantung pada AI. Keputusan akan lebih cepat dan lebih kompleks, terutama karena peran manusia dalam keputusan taktis tertentu berkurang."

Dalam konflik sebelumnya, analis manusia membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk mendapatkan informasi intelijen yang berarti dari citra satelit, data pengawasan, dan rekaman lapangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Berita Terkini
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved