Mengenal Qeshm, Benteng Rudal Bawah Tanah Terbesar di Iran

Sabtu, 21 Maret 2026 - 17:35 WIB
loading...
Mengenal Qeshm, Benteng...
Qeshm dikenal sebagai benteng rudal bawah tanah terbesar di Iran. Foto/Mehr
A A A
TEHERAN - Di bawah gua garam yang berliku-liku dan hutan bakau zamrud Pulau Qeshm di Selat Hormuz , terdapat arsitektur yang berbeda yang terkubur.

Dahulu, wisatawan berbondong-bondong mengunjungi "museum geologi terbuka" ini untuk melihat formasi batuan surealisnya, tetapi kini perhatian dunia tertuju pada apa yang tersembunyi di bawah terumbu karang: "kota-kota rudal bawah tanah" Iran.

Saat perang AS-Israel di Iran meletus, Qeshm telah bertransformasi dari surga perdagangan bebas dan pariwisata menjadi benteng garis depan – dan hadiah strategis utama bagi Marinir AS yang saat ini dikerahkan ke selat tersebut.

Mengenal Qeshm, Benteng Rudal Bawah Tanah Terbesar di Iran

1. Pintu Selat Teluk Persia

Melansir Al Jazeera, luasnya yang luar biasa – sekitar 1.445 km persegi (558 mil persegi) – memungkinkan pulau ini secara fisik mendominasi pintu masuk selat dari Teluk Persia, bertindak sebagai penghalang di jalur transit energi terpenting di dunia.

Saat ini, 148.000 penduduk pulau – sebagian besar Muslim Sunni yang berbicara dialek Bandari yang unik – hidup di persimpangan keindahan alam kuno ini dan ketegangan militer modern. Kehidupan mereka masih ditentukan oleh laut, yang dirayakan setiap tahun selama Nowruz Sayyadi, Tahun Baru Nelayan, ketika semua kegiatan penangkapan ikan berhenti untuk menghormati kekayaan laut.

Namun pada tanggal 7 Maret – satu minggu setelah perang dimulai – serangan udara AS menargetkan pabrik desalinasi penting di pulau itu. Serangan tersebut, yang oleh Teheran disebut sebagai "kejahatan terang-terangan" terhadap warga sipil, memutus pasokan air tawar ke 30 desa di sekitarnya.

Sebagai langkah balasan yang cepat, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan serangan terhadap pasukan AS di pangkalan Juffair di Bahrain, dengan tuduhan bahwa serangan terhadap Qeshm dilancarkan dari negara Teluk tetangga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Prajurit Angkatan Laut...
Prajurit Angkatan Laut AS Tewas Ditembak Temannya di Kapal Induk USS John F Kennedy
Rekomendasi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
KPK Periksa Bupati Muara...
KPK Periksa Bupati Muara Enim Edison setelah OTT ASN BPK
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved