4 Alasan Direktur Kontraterorisme AS Pilih Mundur, Salah Satunya Trump Ditipu Israel

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:25 WIB
loading...
A A A
Trump dan para pejabat tingginya telah berulang kali mengatakan bahwa perang akan berakhir dalam beberapa minggu, meskipun para analis telah memperingatkan bahwa konflik yang berkepanjangan ini dapat berlangsung lebih lama lagi. Para anggota parlemen Partai Republik sebagian besar bersatu mendukung janji Trump, menggagalkan upaya di Kongres untuk mengendalikan perang.

Pemerintahan telah menawarkan pembenaran yang berubah-ubah untuk serangan tersebut, termasuk klaim tentang pengembangan rudal dan nuklir Iran, yang belum mereka buktikan. Mereka juga mengklaim bahwa keseluruhan tindakan Iran sejak Revolusi Islam 1979 merupakan ancaman saat ini bagi AS.

Trump 'salah perhitungan dalam perang ini': Analis mengatakan sekutu menahan diri saat Iran memperoleh keuntungan di Selat Hormuz

Kent memuji tindakan militer Trump di masa lalu, termasuk pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani dari Iran pada tahun 2020, sebagai contoh presiden yang mengetahui "bagaimana menerapkan kekuatan militer secara tegas tanpa membuat kita terlibat dalam perang yang tak berkesudahan".

Namun, ia mengatakan bahwa pada masa jabatan kedua Trump, “para pejabat tinggi Israel dan anggota berpengaruh dari media Amerika melancarkan kampanye disinformasi yang sepenuhnya merusak platform 'America First' Anda dan menabur sentimen pro-perang untuk mendorong perang dengan Iran.”

“Ruang gema ini digunakan untuk menipu Anda agar percaya bahwa Iran menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat, dan bahwa Anda harus menyerang sekarang, ada jalan yang jelas menuju kemenangan cepat,” katanya.

Ia selanjutnya mendesak Trump untuk mengubah arah, menulis: “Anda memegang kendali.”

Direktur Intelijen Nasional AS, Tulsi Gabbard, juga mengkritik keterlibatan AS dalam konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Ia sebagian besar bungkam sejak awal perang dan tidak segera menanggapi pengunduran diri Kent.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved