Selain Tak Bisa Masuk Teluk Persia, Iran Ejek Rudal AS dan Israel Berusia Satu Dekade
Senin, 16 Maret 2026 - 16:18 WIB
loading...
A
A
A
Ia lebih lanjut menegaskan bahwa semua peralatan musuh, sistem radar, instalasi pertahanan, gudang amunisi, dan pesawat tempur telah menjadi sasaran melalui sistem perang elektronik, sehingga pangkalan angkatan laut AS berada dalam keadaan kacau.
Jenderal Naeini menawarkan analisis terperinci tentang kesalahan perhitungan mendasar oleh badan intelijen AS mengenai ketahanan Iran setelah kemartiran almarhum Pemimpin Ayatollah Seyyed Ali Khamenei pada 28 Februari.
"Amerika melancarkan perang ini berdasarkan penilaian bahwa dengan gugurnya Pemimpin Revolusi Islam, yang berada di puncak struktur pemerintahan negara, bangsa itu akan mengalami keruntuhan politik, dualitas dalam pemerintahan akan muncul, kohesi sosial akan rusak, dan bangsa itu akan menderita kehancuran psikologis," jelas Naeini.
Menurut juru bicara tersebut, badan intelijen AS mengantisipasi perang singkat dan terbatas yang tidak akan menjadi regional, berkepanjangan, atau meluas secara geografis.
Mereka memperkirakan kekacauan internal yang cepat, diikuti oleh pembentukan koalisi regional dan global melawan Iran.
"Dari perspektif mereka, hasilnya akan berupa pergolakan internal, pembentukan kekacauan dan pemberontakan yang cepat, dan kemudian pembentukan koalisi regional dan global melawan Iran".
Jenderal Naeini mencatat bahwa komandan militer senior Iran, termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata, Komandan IRGC, dan anggota Dewan Pertahanan Tertinggi, menjadi sasaran dan gugur.
"Secara logis, negara itu seharusnya mengalami keruntuhan politik dan militer," akunya.
Lihat Juga :