7 Alasan Trump Gagal Menang Perang atas Iran Versi Media AS, Salah Satunya Tak Ada Solusi Militer yang Jelas

Minggu, 15 Maret 2026 - 07:45 WIB
loading...
7 Alasan Trump Gagal...
Ada tujuh alasan mengapa Presiden AS Donald Trump dianggap gagal menang perang atas Iran. Salah satunya tak ada solusi militer yang jelas. Foto/The Sunday Guardian
A A A
WELLINGTON - Media Amerika Serikat (AS), CNN, telah menerbitkan analisis terperinci tentang tujuh alasan mengapa Presiden AS Donald Trump gagal atau belum dianggap menang perang atas Iran. Analisis ini merinci tantangan strategis dan politik yang semakin meningkat seiring berlanjutnya perang melawan Teheran.

Laporan analisis tersebut menyatakan bahwa pemerintahan Trump kesulitan mengendalikan konsekuensi konflik. “Presiden Donald Trump sedang menuju persimpangan jalan yang membingungkan di Iran,” tulis CNN dalam analisis panjangnya.

Baca Juga: Iran Ledek Habis Trump usai Mengemis ke Banyak Negara agar Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Laporan tersebut menambahkan bahwa Washington belum dapat mengklaim keberhasilan. “Ia tidak dapat dengan jujur menyatakan kemenangan; ia tampaknya kehilangan kendali atas perang yang meluas; dan konsekuensi strategis dan ekonomi dari pengunduran diri akan lebih buruk daripada konsekuensi dari tetap bertahan," lanjut laporan tersebut.

Laporan itu mencatat bahwa meskipun situasinya belum mencapai tingkat kesulitan militer AS di masa lalu, namun tanda-tanda bahaya ada di mana-mana.

7 Alasan Mengapa Trump Gagal Menang atas Iran

1. Krisis Selat Hormuz

Menurut analisis CNN, salah satu konsekuensi paling serius dari perang ini adalah terganggunya pengiriman minyak dunia melalui Selat Hormuz, salah satu jalur transit terpenting di dunia.

Laporan tersebut mengatakan bahwa tindakan Iran menunjukkan keterbatasan kekuatan militer AS. “Perlawanan rezim menunjukkan bahwa meskipun AS menikmati dominasi militer yang besar, tidak semuanya dapat diselesaikan dengan kekerasan," tulis CNN dalam laporannya, Sabtu (14/3/2026).

Penutupan selat tersebut menciptakan tantangan operasional besar bagi Angkatan Laut AS.

Kapten Angkatan Laut AS purnawirawan Lawrence Brennan mengatakan kepada CNN bahwa membuka kembali selat tersebut bisa sangat sulit.

“Anda tidak bisa meraih kemenangan jika Anda tidak dapat menggunakan Selat Hormuz,” kata Brennan. Dia menambahkan, “Selat Hormuz harus dibuka kembali untuk perdagangan internasional dan itu adalah hal yang sulit, jika bukan tidak mungkin, untuk dilakukan dalam keadaan saat ini.”

Dia memperingatkan bahwa perang tersebut dapat berlangsung jauh lebih lama dari yang diperkirakan: “Meskipun saya menghargai optimisme...presiden menyatakan kemenangan setelah satu atau dua hari pertama bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan. Ini akan berlangsung jauh lebih lama dari yang kita harapkan.”

2. Dampak Ekonomi dan Keamanan

Gangguan pengiriman minyak melalui Teluk telah menimbulkan konsekuensi global.

Laporan CNN mencatat bahwa serangan terhadap kapal tanker minyak dan penutupan Selat Hormuz telah mendorong harga minyak naik tajam. Biaya asuransi untuk kapal juga melonjak karena risiko maritim meningkat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belgia Dipaksa Bermain Imbang Lawan Iran
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet Terbaik 
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
Donald Trump Pertimbangkan...
Donald Trump Pertimbangkan Opsi Serangan Militer Langsung ke Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved